Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Bitcoin Gagal Cetak Golden Cross,...
EKONOMI

Bitcoin Gagal Cetak Golden Cross, Kenaikan Suku Bunga Jadi Pemicu

By Tomi Ali 2 min read 12 September 2026
Bitcoin gagal cetak golden cross setelah harganya terkoreksi akibat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed

Bitcoin gagal cetak golden cross setelah harganya terkoreksi akibat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed

Bitcoin gagal mengunci pola golden cross pada grafik harian setelah harganya mengalami pergerakan fluktuatif di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat. Harga aset kripto utama ini sempat menyentuh level tertinggi di angka 79837 dolar AS sebelum akhirnya terpangkas dan diperdagangkan di kisaran 77438 dolar AS pada perdagangan Jumat.

Koreksi harga tersebut dipicu oleh rilis data Consumer Price Index (CPI) bulanan yang mencatatkan angka 0,3 persen, lebih panas dari proyeksi analis sebesar 0,2 persen. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan ini mendorong probabilitas kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin melonjak tajam hingga mencapai 86,5 persen berdasarkan data FedWatch dari CME Group.

Lonjakan ekspektasi pengetatan moneternya langsung memicu aksi ambil untung dari para investor yang mengantisipasi pergerakan risk-off pada aset berisiko. Pergerakan harian Bitcoin sempat dibuka di level 76529 dolar AS, meroket hingga 79837 dolar AS, sebelum merosot ke titik terendah 76040 dolar AS dalam sesi perdagangan yang sama.

Fluktuasi harga tersebut membuat rata-rata pergerakan eksponensial atau exponential moving average 50 hari sempat menyilang di atas 200 hari sebelum kembali turun di bawahnya. Indikator teknikal golden cross yang sempat tercipta untuk pertama kalinya sejak November lalu akhirnya urung terkonfirmasi secara permanen pada sesi harian.

Analisis Grafik 4 Jam Bitcoin Tetap Bullish

Meskipun gagal membentuk golden cross harian secara penuh, kekuatan tren pasar secara keseluruhan terpantau masih berada dalam koridor positif. Indikator Average Directional Index (ADX) pada grafik harian berada di level 45, yang menunjukkan bahwa tren pasar yang sedang berjalan masih cukup kuat melampaui batas minimum 25.

Pergerakan pada timeframe 4 jam menunjukkan dinamika berbeda di mana struktur golden cross dilaporkan tidak pernah terlepas sejak akhir Agustus lalu. Garis 50-period EMA terpantau tetap berada di atas 200-period EMA, yang menjaga struktur tren kenaikan jangka menengah bagi para pelaku pasar.

Kendati struktur utamanya masih bertahan, hampir seluruh indikator pendukung pada grafik 4 jam tercatat mengalami pendinginan signifikan. Indikator Relative Strength Index (RSI) turun ke level 43,3 yang masuk dalam teritori pelemahan momentum jangka pendek.

Indikator Squeeze Momentum pada timeframe yang sama juga mulai aktif dengan volatilitas pasar yang mengembang sebesar 3,95 persen menjelang potensi pergerakan harga lanjutan. Sementara itu, nilai ADX 4 jam berada tipis di angka 25,1 yang mengindikasikan bahwa kekuatan tren intraday jauh lebih lemah dibandingkan grafik harian.

Para analis menilai bahwa ketahanan struktur tren besar sejak akhir Agustus masih memberikan alasan bagi para investor untuk mempertahankan pandangan optimis. Meskipun demikian, volatilitas tinggi akibat arah kebijakan suku bunga The Fed pekan depan tetap menjadi faktor utama yang diwaspadai pelaku pasar.

Situasi pasar kripto saat ini menegaskan bahwa faktor makroekonomi global masih memegang kendali penuh atas pergerakan teknikal aset digital di tengah ketidakpastian ekonomi. Setiap data ekonomi baru yang dirilis diprediksi akan terus memicu pergerakan harga yang tajam pada sisa perdagangan bulan ini.

Topics
bitcoin golden cross suku bunga the fed inflasi crypto trading harga btc
Jurnalis Teknologi & Gaya Hidup

Tomi Ali adalah jurnalis yang menggabungkan ketertarikannya pada teknologi dan gaya hidup. Ia mengulas perkembangan teknologi terbaru, inovasi digital, serta tren gaya hidup modern dengan gaya penulisan yang segar dan mudah diakses oleh pembaca awam maupun profesional.