Dampak pandemi COVID-19 dirasakan secara masif oleh industri sinema global pada awal 2020, mencakup penutupan bioskop, pembatalan festival film, hingga penundaan jadwal rilis film-film besar. Kebijakan pembatasan sosial di berbagai negara membuat pendapatan box office global merosot hingga miliaran dolar Amerika Serikat. Di sisi lain, layanan streaming mengalami lonjakan popularitas yang signifikan seiring beralihnya kebiasaan penonton ke rumah.
Industri perfilman Tiongkok menjadi salah satu yang terdampak paling awal dengan kerugian mencapai 2 miliar dolar AS pada Maret 2020 setelah seluruh bioskop ditutup selama perayaan Tahun Baru Imlek. Kawasan Amerika Utara juga mencatat akhir pekan box office terendah sejak 1998 pada periode 13 hingga 15 Maret 2020. Berbagai produksi film terpaksa dihentikan sementara, memberikan ruang bagi distribusi film independen untuk mendapatkan eksposur lebih luas.
Kendati demikian, industri mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada 2021 dengan pertumbuhan pendapatan global sebesar 78% dibandingkan tahun sebelumnya. Film Spider-Man: No Way Home yang dirilis pada Desember 2021 dengan cepat menjadi film berpendapatan tertinggi dan menandai berakhirnya era pembatasan pandemi bagi industri perfilman dunia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeFestival film internasional dan ajang penghargaan bergengsi turut mengalami penyesuaian jadwal hingga format pelaksanaan secara virtual. Sejumlah ajang seperti Academy Awards dan Golden Globe Awards mengubah kriteria kelayakan agar film yang rilis melalui platform digital tetap dapat bersaing di tengah situasi krisis kesehatan global.
Penutupan Bioskop Massal dan Lonjakan Layanan Streaming
Penutupan bioskop secara serentak terjadi di berbagai belahan dunia sebagai langkah darurat menekan penyebaran virus corona. Tiongkok menutup sekitar 70.000 bioskop pada Januari 2020, disusul oleh Italia yang menginstruksikan penutupan seluruh bioskop pada Maret 2020. Negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, hingga Singapura menyusul dengan kebijakan pembatasan operasional serupa.
Penurunan tingkat kunjungan penonton berdampak langsung pada merosotnya angka penjualan tiket di berbagai pasar utama dunia. Pendapatan box office di luar Tiongkok mencatat kerugian hingga 75% di Italia serta penurunan signifikan di Korea Selatan, Hong Kong, dan Filipina pada kuartal pertama 2020.
Di tengah keterbatasan operasional bioskop konvensional, bioskop luar ruang atau drive-in theater mengalami peningkatan popularitas yang pesat karena memungkinkan penonton tetap menyaksikan film dari dalam kendaraan pribadi masing-masing. Studio besar seperti Walt Disney Studios dan Universal Pictures bahkan memutuskan untuk menghentikan pelaporan angka box office mingguan secara rutin.
Transformasi besar juga terjadi pada penyelenggaraan festival film besar seperti Tribeca Film Festival dan Toronto International Film Festival yang mengalihkan sebagian besar program pemutaran film ke format daring atau online guna mempertahankan eksistensi industri di tengah ketidakpastian global.