Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Data Center Jadi Penggerak Saham...
EKONOMI

Data Center Jadi Penggerak Saham Energi di Tengah Ledakan AI

By Redaksi Kabayan News 3 min read 16 Agustus 2026
Pusat data center yang membutuhkan pasokan listrik besar untuk operasional AI

Pusat data center yang membutuhkan pasokan listrik besar untuk operasional AI

Sektor data center kini memicu transformasi besar pada emiten energi yang sebelumnya dianggap sebagai investasi defensif dengan pertumbuhan rendah. Permintaan listrik yang masif untuk menopang infrastruktur kecerdasan buatan (AI) membuat saham perusahaan seperti Constellation Energy dan Vistra Energy kini bertransformasi menjadi aset pertumbuhan yang menarik bagi para investor.

Data menunjukkan kebutuhan daya terus melonjak drastis dalam beberapa tahun terakhir. International Energy Agency mencatat rata-rata konsumsi listrik data center mencapai 540 kilowatt-hour (kWh) per kapita pada 2024, dan diproyeksikan melonjak hingga 1.200 kWh per kapita pada 2030 mendatang.

Para pengembang data center atau hyperscalers kini berlomba mengamankan pasokan energi melalui kontrak jangka panjang demi mengatasi kendala infrastruktur listrik. Pembangunan data center mungkin hanya memakan waktu dua tahun, namun pengembangan infrastruktur jaringan listrik seringkali membutuhkan waktu empat hingga 10 tahun.

Kebutuhan akan daya dasar yang andal serta mandat dekarbonisasi membuat banyak perusahaan teknologi beralih ke penyedia utilitas dengan sumber energi bebas karbon. Hal ini menempatkan perusahaan pembangkit listrik mandiri dengan kapasitas nuklir besar sebagai mitra strategis utama dalam ekosistem AI.

Kontrak Jangka Panjang Jadi Kunci Pertumbuhan

Constellation Energy dan Vistra Energy telah mengamankan serangkaian kesepakatan multi-dekade dengan raksasa teknologi untuk memastikan pasokan listrik yang stabil. Langkah ini dianggap sebagai strategi jitu dalam menghadapi potensi krisis energi akibat ledakan kebutuhan daya di industri data center.

Sepanjang kuartal kedua, Constellation telah menandatangani kontrak nuklir jangka panjang sekitar 920 megawatt (MW) dengan rata-rata durasi 18,5 tahun. Perusahaan bahkan menjalin kemitraan pertama kalinya dengan peritel Walmart, melengkapi portofolio kerja sama sebelumnya dengan Microsoft dan Meta Platforms.

Vistra pun tidak ketinggalan dengan menandatangani perjanjian besar dengan Meta Platforms untuk pasokan 2.600 MW dan Amazon Web Services sebesar 1.200 MW dari fasilitas nuklir mereka. Selain itu, Vistra bermitra dengan KKR dan Nvidia membentuk Helix Digital Infrastructure dengan komitmen modal mencapai USD 10 miliar.

Kendati memiliki prospek menjanjikan, kedua perusahaan tersebut tetap menghadapi tantangan regulasi, termasuk pengawasan ketat terhadap skema co-location. Namun bagi investor yang ingin masuk ke pasar energi yang ketat, saham Constellation dan Vistra tetap menjadi opsi menarik di tengah kebutuhan data center yang terus membubung.

Topics
data center saham energi kecerdasan buatan constellation energy vistra energy energi nuklir investasi teknologi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.