Sebagaimana diwartakan, pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata saat ini memang masih bertumpu pada sektor pariwisata, namun sektor plesiran tersebut tetap memerlukan sokongan sektor alternatif untuk mendorong target pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa, menyatakan bahwa ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar kuat untuk menyokong perekonomian Bali.
Murjana Yasa menjelaskan bahwa kehadiran ekonomi kreatif akan mewujudkan diversifikasi ekonomi guna menekan ketergantungan berlebih pada pariwisata murni serta mengembangkan sektor krusial lainnya seperti pertanian dan UMKM.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip pernyataan pengamat ekonomi tersebut, "Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor penggerak pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata dan diyakini menggeliatkan ekonomi berdampingan dengan pariwisata".
Lebih lanjut, sektor kreatif ini juga dirancang untuk memanfaatkan kekayaan budaya lokal, menaikkan nilai tambah produk dalam negeri, sekaligus memperkuat terwujudnya pariwisata berkualitas.
Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Bali tahun ini yang berada di kisaran 5,4 hingga 6,2 persen, sinergi erat antara pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi kunci utama keberlanjutan pembangunan.