Berdasarkan laporan yang dihimpun, harga daging ayam potong di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang, mengalami lonjakan signifikan hingga menembus angka Rp 45 ribu per kilogram. Kenaikan harga komoditas pangan ini bahkan diklaim telah melampaui tarif tertinggi yang biasanya terjadi pada momen Hari Raya Idul Fitri sebelumnya.
Salah seorang pedagang setempat, Nora, mengungkapkan bahwa lonjakan harga tersebut terjadi secara bertahap sejak sepekan terakhir dengan total kenaikan mencapai hampir Rp 10 ribu per kilogram. "Itu kenaikan Rp 5.500 sampai hari ini kenaikan ditotal hampir Rp 10 ribu. Sudah dari lima hari lalu Rp 45 ribu," ujarnya kepada awak media.
Nora menambahkan, tingginya harga daging ayam dipicu oleh beberapa faktor utama, termasuk mahalnya harga pakan impor yang pembeliannya dipengaruhi oleh kurs dolar serta imbas dari program makan bergizi gratis. Kondisi ini secara langsung berdampak pada penurunan omzet para pedagang pasar maupun pelaku usaha kuliner skala kecil di wilayah tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain daging ayam, kenaikan harga juga melanda komoditas cabai di pasar yang sama, di mana cabai setan dilaporkan melonjak hingga mencapai Rp 50 ribu per kilogram akibat minimnya pasokan pascapanen. Menanggapi situasi ini, Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Magelang, Budi Imam Hakim, menjelaskan bahwa peningkatan permintaan pasar turut didorong oleh aktivitas sekolah dan operasional kantin atau program pemerintah.