Harga emas dunia mencatat lonjakan signifikan hingga membukukan kenaikan mingguan lebih dari 8 persen seiring meredanya kekhawatiran inflasi global. Penguatan logam mulia ini didorong oleh data tenaga kerja Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar serta penurunan imbal hasil US Treasury.
CEO Enrich Money, Ponmudi R menjelaskan bahwa komoditas emas dan perak bangkit setelah sempat tertekan akibat meredanya premi risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah. "Lonjakan harga emas terjadi karena investor merespons data pekerjaan AS yang melemah dan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga," ujarnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeData makroekonomi terbaru menunjukkan ekonomi Amerika Serikat secara tak terduga kehilangan 23.000 pekerjaan pada bulan Juli, berbanding terbalik dari estimasi awal. Kondisi tersebut memicu pelemahan nilai tukar dolar AS serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah, sehingga memberikan angin segar bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Sementara itu, pasar komoditas juga mencermati perkembangan geopolitik terkait wacana pembukaan kembali Selat Hormuz yang berpotensi menstabilkan pasokan minyak mentah dunia. Pengamat pasar merekomendasikan strategi pembelian saat harga turun atau buy on dips guna mengantisipasi pergerakan lanjutan emas di pasar berjangka.