Laporan keuangan perdana SpaceX menjadi penawar antusiasme pasar setelah debut perdana saham perusahaan antariksa tersebut. Pendapatan melonjak 92 persen, kerugian menyusut, dan bisnis internet satelit Starlink terus menunjukkan pertumbuhan positif.
Kendati demikian, saham SpaceX justru merosot tajam lantaran investor khawatir terhadap rencana belanja modal untuk kecerdasan buatan. Analis Piper Sandler memperkirakan pengeluaran modal mencapai USD65 miliar pada tahun 2027, melonjak USD17 miliar dari estimasi sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNilai saham perusahaan anjlok lebih dari separuh sejak mencapai puncak tertingginya pada Juni lalu. Berdasarkan ulasan kolom Lex Financial Times, SpaceX menjadi contoh paling kuat untuk meninjau kembali efektivitas pelaporan keuangan kuartalan.
Sebagian besar nilai SpaceX bertumpu pada pasar masa depan belum terbentuk sehingga laporan jangka pendek memberikan sedikit informasi signifikan. CEO Elon Musk mengeklaim masyarakat meremehkan potensi besar Starlink.
Musk sebelumnya memproyeksikan pendapatan dapat menembus USD1 triliun pada tahun 2031, lalu memajukannya ke tahun 2030 dengan peluang kecil tercapai pada 2029. Sejumlah pengamat menilai fokus pada probabilitas nyata jauh lebih penting ketimbang sekadar kemungkinan spekulatif.
Di tengah ambisi peradaban luar angkasa, kembalinya fokus investor pada arus kas dan belanja modal menandakan realitas finansial tetap menjadi pertimbangan utama masa kini.