Pekerja Singapura diprediksi bakal sering berganti pekerjaan di masa depan sehingga pemerintah harus mengalihkan fokus pada pelatihan ulang secara berkelanjutan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Transportasi Jeffrey Siow saat berbicara dalam dialog yang diselenggarakan oleh Singapore Institute of International Affairs pada Senin.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa generasi muda di Singapura kecil kemungkinannya untuk mengikuti jalur karier tradisional seperti generasi sebelumnya yang bekerja di satu organisasi dalam jangka waktu lama.
"Bagi banyak dari kita di mana Anda bekerja untuk satu organisasi dan satu pekerjaan untuk waktu yang lama, itu tidak akan terjadi pada anak saya, tidak akan terjadi pada generasi pekerja Singapura berikutnya," ujar Jeffrey Siow.
Ia menambahkan bahwa para pekerja di masa mendatang kemungkinan besar akan mengambil berbagai pekerjaan yang berbeda, mencoba hal baru, serta lebih sering berpindah perusahaan.
Menurut analisis awak media, pergeseran tren ketenagakerjaan ini menuntut kesiapan mental serta adaptasi tinggi dari setiap individu agar tetap kompetitif di tengah dinamika global.
Pemerintah sendiri menilai bahwa pusat gravitasi pengembangan sumber daya manusia kini harus bergeser dari tahap pra-kerja di institusi pendidikan menuju masa dalam pekerjaan melalui program peningkatan keterampilan yang intensif.
Selain itu, tantangan demografi seperti populasi yang menua dan tingkat kesuburan yang rendah membuat Singapura harus memaksimalkan investasi pada setiap individu pekerja melalui program seperti SkillsFuture.