20th Century Studios, Inc. kini berdiri sebagai salah satu pilar utama produksi film di bawah naungan Walt Disney Studios. Sebagai bagian dari segmen bisnis Disney Entertainment, studio ini telah mencatatkan sejarah panjang dalam industri perfilman dunia selama sembilan dekade sejak didirikan pada 31 Mei 1935 melalui merger antara Fox Film Corporation dan Twentieth Century Pictures.
Perjalanan panjang studio ini tidak lepas dari berbagai perubahan kepemilikan yang signifikan. Setelah sempat menjadi bagian dari News Corporation milik Rupert Murdoch dan kemudian 21st Century Fox, Disney akhirnya merampungkan akuisisi sebagian besar aset perusahaan tersebut pada 20 Maret 2019. Langkah strategis ini memperkuat posisi Disney di pasar film global dengan membawa katalog film yang sangat luas.
Demi menghindari kebingungan identitas dengan Fox Corporation yang kini berdiri sendiri, studio ini resmi mengadopsi nama 20th Century Studios pada 17 Januari 2020. Keputusan ini juga menandai babak baru bagi operasional studio yang kini telah berpindah markas dari Fox Studio Lot di Century City ke lokasi Walt Disney Studios di Burbank, California.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSepanjang kiprahnya, studio ini dikenal lewat berbagai waralaba komersial yang sukses besar di seluruh dunia seperti Avatar, X-Men, hingga Planet of the Apes. Karya-karya ikonik seperti Titanic dan The Sound of Music juga lahir dari rahim studio ini, mempertegas posisi mereka sebagai salah satu produsen film paling berpengaruh dalam sejarah keemasan Hollywood.
Transformasi dan Tantangan Sepanjang Masa
Kini, 20th Century Studios beroperasi berdampingan dengan unit kreatif Disney lainnya seperti Marvel Studios dan Lucasfilm. Melalui distribusi Walt Disney Studios Motion Pictures, studio ini terus memproduksi berbagai konten film aksi langsung maupun animasi, mempertahankan warisan kreatif mereka sambil beradaptasi dengan era baru di bawah kepemimpinan Disney.
Sejarah studio ini penuh dengan dinamika, termasuk saat mereka sempat mengalami kesulitan finansial sebelum akhirnya bangkit kembali. Inovasi teknologi seperti CinemaScope yang diperkenalkan pada 1953 melalui film The Robe menjadi salah satu terobosan besar yang membantu mereka bersaing dengan industri televisi yang kala itu mulai berkembang pesat.
Produksi film-film kolosal juga pernah menjadi pedang bermata dua bagi perusahaan. Film Cleopatra di tahun 1960-an misalnya, sempat mencatatkan anggaran produksi yang membengkak hingga mencapai 40 juta dolar AS, yang memaksa manajemen untuk menjual aset lahan studio mereka demi menjaga kelangsungan operasional perusahaan.
Di era modern, perusahaan juga berupaya melakukan diversifikasi bisnis dengan merambah ke dunia siaran televisi dan saluran kabel. Pembentukan divisi seperti Fox Searchlight Pictures pada 1994 menjadi langkah strategis untuk merambah pasar film independen dan spesialis, yang terbukti sukses melahirkan banyak karya berkualitas di mata kritikus.
Selain itu, kepemilikan Rupert Murdoch melalui News Corporation pada tahun 1980-an membawa perubahan besar bagi struktur dan arah bisnis studio. Perubahan nama dari Twentieth Century-Fox menjadi Twentieth Century Fox pada 1985 menandai era baru, di mana sinergi antara produksi film dan jaringan televisi Fox Broadcasting Company menjadi mesin pertumbuhan laba yang sangat masif bagi perusahaan.
Meskipun telah melewati berbagai krisis, mulai dari era keemasan hingga persaingan industri digital, 20th Century Studios tetap menjadi nama besar yang diakui secara global. Integrasi penuh ke dalam Walt Disney Company kini menjadi babak terbaru bagi perjalanan panjang studio yang telah menjadi saksi hidup evolusi perfilman Amerika selama 90 tahun terakhir.