Film The Ugly menjadi fenomena baru dalam industri perfilman Korea Selatan tahun 2025. Disutradarai oleh Yeon Sang-ho, karya ini berhasil menarik atensi publik karena pendekatan eksperimental dengan anggaran produksi yang sangat minim, yakni hanya 200 juta won, namun mampu mencatatkan kesuksesan signifikan di box office.
Mengusung genre misteri thriller, film ini menyoroti kisah seorang pengrajin segel tunanetra bernama Im Young-gyu dan putranya, Im Dong-hwan. Konflik mulai memuncak saat seorang jurnalis yang diperankan oleh Han Ji-hyun mendokumentasikan kehidupan mereka, yang justru membongkar rahasia kelam mengenai kematian sang ibu yang selama puluhan tahun tertutup rapat.
Park Jeong-min tampil memukau dengan memerankan dua karakter sekaligus dalam film ini, yakni Im Dong-hwan dan versi muda dari Im Young-gyu. Kemampuan aktingnya beradu dengan Kwon Hae-hyo yang memerankan sosok Young-gyu di masa tua, menciptakan dialog ayah dan anak yang emosional sekaligus mencekam di akhir cerita.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKesuksesan film ini tidak hanya terlihat dari angka penonton yang menembus satu juta orang lebih, tetapi juga dari keberhasilan dalam mengolah narasi yang dalam mengenai persepsi masyarakat terhadap kecantikan dan nilai diri. Meskipun menerima ulasan yang beragam, keberanian Yeon Sang-ho bereksperimen dengan format low-budget tetap mendapat apresiasi tinggi dari para kritikus.
Rahasia Kelam di Balik Layar Produksi The Ugly
Proses produksi The Ugly memang sangat tidak biasa dibandingkan standar film komersial Korea pada umumnya. Demi menekan biaya, tim produksi memilih untuk menghindari syuting di banyak lokasi dan lebih memaksimalkan penggunaan set yang dibangun secara efisien.
Park Jeong-min bahkan menunjukkan dedikasi tinggi dengan tampil tanpa bayaran dalam proyek eksperimental ini. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi sang sutradara dalam menjalankan pendekatan minim biaya tanpa mengorbankan kualitas cerita yang ingin disampaikan.
Secara komersial, strategi ini terbukti efektif dengan raihan pendapatan box office mencapai jutaan dolar Amerika Serikat. Film ini pun telah dipasarkan ke 157 negara, menunjukkan bahwa cerita yang kuat dan eksekusi yang tepat jauh lebih penting daripada anggaran yang bombastis.
Keberhasilan The Ugly kini menjadi bahan diskusi hangat di kalangan sineas, apakah metode produksi ini dapat menjadi standar baru bagi film-film indie atau eksperimental di masa depan. Film ini membuktikan bahwa keterbatasan dana bukanlah halangan bagi sutradara visioner untuk menciptakan karya yang mampu menyentuh sisi emosional penontonnya.