Pemerintahan Presiden Argentina Javier Milei kembali menghadapi gelombang kritik menyusul sikap sang kepala negara yang dinilai menutup mata terhadap tekanan ekonomi yang dirasakan oleh sebagian besar warganya. Sejumlah kalangan, termasuk para ekonom pendukung petahana, memperingatkan adanya jurang pemisah antara klaim keberhasilan makroekonomi pemerintah dan penderitaan masyarakat di sektor riil.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, Milei bersikeras menepis adanya krisis pendapatan masyarakat dengan mengandalkan data pertumbuhan yang kerap bertolak belakang dengan indikator resmi. Data semester pertama menunjukkan bahwa lonjakan inflasi masih menggerus daya beli pekerja formal maupun informal secara signifikan, sementara tingkat kemiskinan dan pengangguran di sektor manufaktur terus menunjukkan tren mengkhawatirkan.
Persoalan pelik turut menjerat sektor keuangan rumah tangga tatkala angka kredit macet atau rasio kredit bermasalah melonjak drastis. Berdasarkan analisis lembaga keuangan, lonjakan tunggakan pinjaman keluarga mencerminkan rapuhnya kondisi finansial masyarakat kelas bawah akibat kenaikan biaya hidup yang tidak diimbangi dengan perbaikan upah riil.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi tengah tekanan domestik yang kian kompleks, pemerintah juga dihadapkan pada tantangan eksternal berupa pelebaran selisih kurs serta ketegangan geopolitik dalam kerja sama strategis internasional. Para analis menilai bahwa mengabaikan jeritan ekonomi rakyat demi mempertahankan narasi keberhasilan politik berisiko memicu instabilitas sosial yang lebih luas menjelang tahun pemilihan.