Guyana, negara yang terletak di pesisir utara Amerika Selatan, kini mencuri perhatian dunia internasional berkat lonjakan ekonomi yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Negara dengan ibu kota Georgetown ini resmi dikenal sebagai Republik Kooperatif Guyana dan menjadi satu-satunya negara di daratan Amerika Selatan yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi.
Transformasi ekonomi Guyana dipicu oleh penemuan cadangan minyak bumi mentah yang masif di lepas pantai pada 2015 oleh ExxonMobil. Sejak dimulainya pengeboran komersial pada 2019, ekonomi negara ini melesat tajam, bahkan sempat mencatatkan pertumbuhan sebesar 49% pada 2020. Pencapaian tersebut menempatkan Guyana sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Di balik kekayaan energi yang ditemukan, Guyana memiliki luas wilayah sekitar 214.969 kilometer persegi dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Negara ini menjadi bagian dari hutan hujan Amazon, yang dikenal sebagai hutan hujan tropis terbesar dan paling beragam di dunia, serta memiliki sembilan suku asli yang mendiami wilayah pedalamannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSecara historis, Guyana yang dulunya dikuasai Belanda dan kemudian menjadi koloni Inggris, memperoleh kemerdekaannya pada 1966. Jejak kolonial Inggris masih sangat terasa hingga saat ini, terlihat dari administrasi politik, penggunaan bahasa, hingga komposisi penduduk yang multikultural, mencakup keturunan India, Afrika, Amerindian, hingga Portugis.
Potensi Wisata dan Geografi Unik Guyana
Meskipun saat ini menempati peringkat keempat PDB per kapita tertinggi di Amerika, tantangan struktural tetap membayangi. Menurut catatan Bank Dunia pada 2023, kemiskinan ekstrem masih ditemukan di beberapa wilayah, sehingga pemerintah setempat dituntut cermat dalam mengelola pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat agar memberikan dampak merata bagi seluruh penduduknya.
Selain kekayaan minyak, Guyana memiliki lanskap geografis yang memukau dan menjadi inspirasi dunia sastra. Wilayahnya terbagi menjadi lima kawasan alami, mulai dari dataran rendah pesisir yang subur hingga pegunungan di wilayah interior yang berbatasan langsung dengan Brasil dan Venezuela.
Gunung Roraima menjadi titik tertinggi di negara ini sekaligus menjadi bagian dari deretan pegunungan Pakaraima. Keindahan tebing-tebing meja atau tepuis yang ada di wilayah ini konon menjadi inspirasi bagi penulis Sir Arthur Conan Doyle dalam karya legendarisnya yang berjudul The Lost World pada tahun 1912.
Daya tarik wisata alam lainnya adalah Air Terjun Kaieteur, yang dikenal sebagai salah satu air terjun paling kuat di dunia. Keberadaan sungai-sungai panjang seperti Sungai Essequibo juga menambah kekayaan hidrologi negara yang namanya berasal dari bahasa Amerindian dan berarti "tanah banyak air".
Kekayaan alam ini juga didukung oleh ekosistem yang masih terjaga, menjadikan Guyana sebagai rumah bagi lebih dari 900 spesies burung dan ribuan jenis flora serta fauna langka. Sektor ini menjadi fokus penting bagi pemerintah untuk terus dilestarikan di tengah laju industrialisasi energi yang sedang berjalan cepat di negara tersebut.