Berdasarkan laporan media massa internasional, perekonomian Türkiye menunjukkan kinerja positif dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,3 persen secara tahunan atau year-on-year pada kuartal kedua 2026. Sebagaimana diwartakan oleh lembaga statistik nasional Turkish Statistical Institute atau TÜİK, produk domestik bruto negara tersebut juga mengalami ekspansi sebesar 1,1 persen dari kuartal sebelumnya berdasarkan penyesuaian musim dan kalender.
Mengutip laporan resmi dari otoritas statistik, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi dengan lonjakan nilai tambah mencapai 13,3 persen pada periode April hingga Juni. Selain itu, sektor informasi dan komunikasi turut mencatat pertumbuhan kuat sebesar 8,6 persen, diikuti oleh administrasi publik, pendidikan, serta kesehatan manusia dan kegiatan sosial sebesar 4 persen.
Menteri Keuangan dan Perbendaharaan Türkiye Mehmet Şimşek mengungkapkan bahwa pendapatan nasional tahunan negara tersebut telah melampaui angka 1,7 triliun dolar AS pada kuartal kedua. Menurut Şimşek, perekonomian berhasil mencapai pertumbuhan yang seimbang dengan dukungan dari permintaan domestik maupun eksternal, di mana konsumsi swasta meningkat 3,5 persen serta investasi tumbuh 0,6 persen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, Şimşek menambahkan bahwa defisit transaksi berjalan tahunan berada di angka 38,9 miliar dolar AS atau setara dengan 2,3 persen dari produk domestik bruto, yang dinilainya sebagai tingkat yang berkelanjutan. Penguatan fundamental makroekonomi ini diyakini mampu meningkatkan ketahanan ekonomi terhadap berbagai guncangan global di masa mendatang.
Di sisi lain, data terpisah dari TÜİK menunjukkan bahwa perekonomian Türkiye secara keseluruhan tumbuh sebesar 3,7 percent sepanjang tahun 2025 dengan produk domestik bruto per kapita mencapai 18.103 dolar AS. Pemerintah optimis tren pertumbuhan ekonomi akan terus berlanjut secara bertahap seiring dengan kemajuan dalam upaya penurunan inflasi dan kondisi global yang semakin kondusif.