Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Potensi Besar Industri Keju...
EKONOMI

Potensi Besar Industri Keju Indonesia, Sumedang Jadi Pusat Baru

By Asep Firdaus 2 min read 31 Agustus 2026
Potensi besar industri keju di Indonesia dengan pembangunan pabrik baru di Sumedang

Potensi besar industri keju di Indonesia dengan pembangunan pabrik baru di Sumedang

Indonesia dinilai menjelma sebagai salah satu pasar paling strategis dan menjanjikan bagi ekspansi industri keju di kawasan Asia. Berdasarkan laporan IDN Times, tingginya jumlah populasi serta tingkat konsumsi keju per kapita yang masih tergolong rendah membuat para pelaku bisnis global melirik peluang besar di tanah air.

Potensi tersebut terungkap dalam kunjungan CEO Bel Group, Cécile Béliot, ke fasilitas produksi baru PT Mulia Boga Raya Tbk di Kabupaten Sumedang. Dalam kesempatan tersebut, Cécile menyatakan bahwa kemitraan strategis yang menyatukan keahlian global dan jaringan lokal ini akan mempercepat penetrasi produk keju berkualitas tinggi di Indonesia.

Mengutip data industri, tingkat konsumsi keju di kawasan Asia secara umum masih berada di bawah satu kilogram per orang setiap tahunnya, yang terpaut jauh dari konsumsi di Eropa yang melampaui 20 kilogram. Direktur Utama Garudafood sekaligus Komisaris Utama MBR, Hardianto Atmadja, menambahkan bahwa populasi Indonesia yang menembus lebih dari 280 juta jiwa menjadi modal utama pertumbuhan pasar keju jangka panjang.

Sebagai langkah konkret menghadapi lonjakan permintaan masa depan, pabrik baru seluas 25 ribu meter persegi di Sumedang ditargetkan beroperasi penuh pada 2028 dengan kapasitas produksi mencapai 60 ribu ton per tahun. Fasilitas modern ini juga mengusung konsep ramah lingkungan melalui pemanfaatan panel surya serta penyediaan ruang terbuka hijau seluas 30 persen.

Topics
industri keju ekonomi bisnis sumedang garudafood bel group investasi
Jurnalis Ekonomi & Bisnis

Asep Firdaus adalah jurnalis yang mengkhususkan diri dalam bidang ekonomi dan bisnis. Ia memiliki pemahaman yang baik tentang dinamika pasar, kebijakan ekonomi, dan perkembangan industri, serta mampu menyajikannya dengan bahasa yang jelas dan mudah dicerna.