David Ricardo yang lahir di London pada 18 April 1772 merupakan salah seorang ekonom klasik paling berpengaruh dalam sejarah pemikiran ekonomi dunia. Sebagaimana dilaporkan dalam catatan sejarah, ia disejajarkan dengan tokoh-tokoh besar lain seperti Thomas Malthus, Adam Smith, serta James Mill.
Berdasarkan latar belakang kehidupannya, ia berasal dari keluarga Yahudi Sephardic keturunan Portugis yang sukses berkecimpung di dunia pialang saham. Pada usia 21 tahun, ia memutuskan menikah dengan seorang perempuan Quaker dan berpindah keyakinan ke Unitarianisme, yang kemudian memicu keretakan hubungan dengan keluarganya.
Sebelum mendedikasikan hidupnya pada dunia ekonomi, ia sukses meraup kekayaan besar dari pembiayaan utang pemerintah selama era Perang Napoleon. Setelah pensiun, ia memilih menetap di sebuah perkebunan di Gloucestershire dan aktif di panggung politik sebagai Anggota Parlemen untuk Portarlington dengan mengusung berbagai agenda reformasi liberal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKontribusi intelektualnya di bidang ekonomi sangat monumental, termasuk menyempurnakan teori nilai tenaga kerja dari Adam Smith serta merumuskan teori sewa, upah, dan keuntungan. Pengamatan Kabayan News menunjukkan bahwa pemikirannya berhasil meletakkan fondasi analitis yang kuat bagi studi ekonomi makro modern.
Dalam bidang perdagangan internasional, ia memperkenalkan konsep revolusioner berupa keunggulan komparatif yang menantang paham merkantilisme masa itu. Menurut pandangannya, perdagangan bebas selalu mendatangkan keuntungan bagi setiap negara yang terlibat asalkan mereka memfokuskan sumber daya pada industri paling efisien.
Gagasan cemerlang tentang penghapusan pembatasan impor melalui penolakan terhadap Corn Laws turut diperjuangkannya dengan gigih semasa hidup. Meskipun sempat menuai perdebatan mengenai pendekatannya yang dianggap teoretis, pandangan ekonomi bebasnya pada akhirnya diadopsi secara luas menjadi kebijakan publik resmi di Britania Raya.
Ia wafat pada 11 September 1823 di usia 51 tahun akibat infeksi telinga yang memicu septikemia, namun warisan pemikirannya terus hidup. Buku-buku serta teori yang ditinggalkannya tetap menjadi rujukan utama bagi para akademisi maupun pengambil kebijakan ekonomi hingga era modern saat ini.