Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Sergey Brin Dorong Google Fokus pada...
EKONOMI

Sergey Brin Dorong Google Fokus pada Gemini di Tengah Kinerja Keuangan Q2 yang Kuat

By Redaksi Kabayan News 3 min read 16 Agustus 2026
Kantor pusat Google dan logo perusahaan teknologi

Kantor pusat Google dan logo perusahaan teknologi

Co-founder Google dan induk perusahaan Alphabet, Sergey Brin, telah mendesak perusahaan untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pengembangan model kecerdasan buatan proprieter mereka, Gemini. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa para eksekutif Google mengambil pendekatan yang lebih langsung dalam mengarahkan operasi kecerdasan buatan mereka di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Google belum lama ini mengumumkan perombakan kepemimpinan di sayap kecerdasan buatan mereka. Demis Hassabis selaku CEO DeepMind akan mundur, sementara Koray Kavukcuoglu yang sebelumnya menjabat sebagai CTO dan arsitek AI utama akan mengambil alih posisi sebagai SVP untuk mengawasi pengembangan Gemini serta tim aplikasi dan pengembang.

Perubahan strategis ini sejalan dengan visi Sergey Brin untuk terus meningkatkan kapabilitas Gemini, terutama karena kemampuan pemrograman menjadi semakin esensial dalam memajukan teknologi AI terdepan. Google melaporkan bahwa model Gemini kini memproses 22 miliar token API per menit dengan aplikasi Gemini yang memiliki 950 juta pengguna aktif bulanan.

Alphabet sebagai konglomerat teknologi multinasional yang berbasis di Mountain View, California, secara agresif memperluas operasi kecerdasan buatan mereka. Perusahaan memusatkan kepemimpinan dan pengembangan AI di kampus utamanya guna mempercepat kemajuan dalam menghadapi para pesaing.

Kinerja Keuangan Kuartal Kedua dan Lonjakan Pendapatan Cloud

Untuk kuartal kedua, total pendapatan Google meningkat 24 persen dari tahun ke tahun menjadi 119,80 miliar dolar AS, melampaui estimasi analis Wall Street yang berada di angka 101,28 miliar dolar AS. Pendapatan Google Services yang sebagian besar berasal dari periklanan turut naik 15 persen menjadi 94,54 miliar dolar AS.

Sektor Google Cloud muncul sebagai mesin pertumbuhan utama bagi perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 82 persen dari tahun ke tahun menjadi 24,77 miliar dolar AS. Profitabilitas perusahaan juga meningkat seiring dengan naiknya total pendapatan dari operasi sebesar 30 persen secara tahunan.

Pendapatan bersih per saham biasa terdilusi melonjak dari 2,31 dolar AS menjadi 9,11 dolar AS pada periode yang sama, jauh melampaui ekspektasi Wall Street sebesar 2,88 dolar AS. Lonjakan laba bersih ini terutama didorong oleh keuntungan yang belum direalisasikan dari sekuritas ekuitas mereka.

Meskipun mencatat kinerja keuangan yang sangat kuat, kekhawatiran investor terhadap peningkatan belanja infrastruktur AI sempat menekan harga saham Google sebesar 7,1 persen secara intraday. Perusahaan mencatatkan pembakaran kas bersih sebesar 5,90 miliar dolar AS pada kuartal kedua dengan proyeksi peningkatan pengeluaran di masa depan.

Prospek Saham dan Penilaian Analis Wall Street

Para analis Wall Street memiliki pandangan yang beragam namun cenderung optimis terhadap pendapatan masa depan Google. Proyeksi laba per saham untuk tahun fiskal 2026 diperkirakan melonjak sebesar 89,7 persen secara tahunan sebelum mengalami penyesuaian pada tahun fiskal berikutnya.

Valuasi saham Alphabet dinilai tidak terlalu berlebihan dibandingkan para pesaingnya, dengan rasio harga terhadap pendapatan masa depan yang disesuaikan berada di kisaran 16,75 kali. Saham GOOGL sendiri telah mencatatkan kenaikan sebesar 70,44 persen selama 52 minggu terakhir.

Sejumlah institusi keuangan ternama tetap mempertahankan sikap positif terhadap saham Google. Analis dari Roth Capital menaikkan target harga saham dari 435 dolar AS menjadi 440 dolar AS, sementara RBC Capital mempertahankan target harga di angka 475 dolar AS dengan rekomendasi beli.

Secara keseluruhan, saham teknologi raksasa ini memegang konsensus peringkat beli kuat dari para analis pasar. Dari total 54 analis yang memberikan penilaian, mayoritas sebanyak 46 analis menyematkan peringkat beli kuat dengan target harga konsensus di level 429,63 dolar AS.

Topics
technology business artificial intelligence stocks alphabet
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.