Berdasarkan laporan media, para peminjam di Australia dihadapkan pada potensi kenaikan suku bunga lanjutan dari Reserve Bank of Australia. Langkah pengetatan moneter ini kemungkinan besar akan dipertimbangkan oleh bank sentral guna meredam tekanan inflasi yang masih persisten dan merembes ke sektor pembangunan perumahan.
Mengutip pemberitaan dari The Age, pasar keuangan memprediksi adanya peluang kuat bagi Reserve Bank of Australia untuk mengerek suku bunga resmi ke level 4,6 persen yang merupakan titik tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Proyeksi ini muncul meskipun tingkat inflasi utama sempat melandai ke level terendah dalam 10 bulan terakhir sebesar 3,5 persen pada bulan Juli.
Sebagaimana diwartakan, kekhawatiran utama bank sentral terletak pada inflasi inti yang masih tertahan di angka 3,6 persen serta lonjakan harga pada sektor konstruksi perumahan akibat dampak rantai pasok global. Peningkatan biaya material bangunan dan kenaikan upah pekerja di berbagai kota besar turut memicu kekhawatiran akan berlanjutnya tekanan harga.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSejumlah ekonom memperingatkan bahwa lambatnya kemajuan dalam menurunkan inflasi inti ke kisaran target menuntut kebijakan moneter yang tetap ketat. Tanpa tindakan preventif yang cepat, risiko ekonomi akibat menguatnya tekanan harga dikhawatirkan akan semakin membebani daya beli masyarakat luas.