Sebagaimana diwartakan oleh laporan Business Insider, para pelaku pasar di Wall Street mulai mengincar potensi krisis di dunia olahraga bisbol profesional Amerika Serikat. Spekulasi mengenai ancaman lockout Major League Baseball yang diprediksi terjadi pada Desember mendatang kini mulai memicu aksi jual pendek atau short selling pada saham klub.
Berdasarkan laporan dari perusahaan analis keuangan S3 Partners, ketegangan ini bermula ketika para pemilik klub MLB mengajukan usulan pembatasan gaji atau salary cap pada akhir Mei lalu. Usulan tersebut secara tegas ditolak oleh pihak serikat pemain, sehingga memicu ketegangan baru menjelang perundingan kolektif atau Collective Bargaining Agreement.
Lonjakan aktivitas penjualan pendek tersebut terlihat jelas pada saham kelas C milik Atlanta Braves yang tercatat sebagai satu-satunya klub MLB yang melantai di bursa saham publik. Data dari S3 Partners menunjukkan adanya lonjakan drastis sebesar 142 persen pada total saham Braves yang dishort sejak awal tahun ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTim riset S3 Partners dalam catatannya menyatakan bahwa setiap pekan tanpa adanya kesepakatan antara bulan Desember hingga pelatihan musim semi akan sangat menguntungkan para pelaku short seller. Apabila lockout benar-benar terjadi dan memicu penundaan musim kompetisi, harga saham klub berpotensi mengalami tekanan berat.
Kendati demikian, para analis juga mencatat bahwa posisi saham Atlanta Braves saat ini masih berada di dekat level tertingginya berkat lonjakan valuasi waralaba olahraga secara keseluruhan. Meskipun demikian, waktu pergerakan pasar yang bertepatan dengan kebuntuan tenaga kerja ini membuat para investor semakin waspada.