Sebagaimana diwartakan oleh media penyiaran Denmark, konflik memanas antara produsen insulasi asal Denmark, Rockwool, dan anak perusahaan miliknya di Rusia yang kini menggugat induk perusahaannya sendiri di pengadilan Moskow.
Berdasarkan laporan dari dokumen yang terungkap, gugatan tersebut bernilai sekitar 90 juta euro yang diklaim berasal dari pinjaman internal perusahaan serta denda berjalan.
Menurut keterangan resmi dari pihak manajemen Rockwool, perusahaan secara tegas menolak untuk memenuhi tuntutan pembayaran tersebut dan menilai proses hukum yang berjalan tidak didasarkan pada prinsip negara hukum yang adil.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam pernyataannya, Juru Bicara Rockwool Rasmus Windfeld menyatakan "Kami tidak berurusan dengan negara hukum dan proses ini tidak bisa dianggap sebagai jalur hukum yang sah, sehingga kami tidak akan membayar pinjaman tersebut".
Lebih lanjut, pengambilalihan fasilitas produksi Rockwool di Rusia terjadi setelah dikeluarkannya dekret resmi pemerintah setempat yang menempatkan aset-aset asing di bawah kendali administrator yang ditunjuk negara.
Dikutip dari ulasan media internasional, kasus serupa sebelumnya pernah dialami oleh raksasa bir asal Denmark, Carlsberg, yang juga menghadapi sengketa hukum serupa di wilayah Rusia.