Fitur HiLight pada lini Google Pixel 11 resmi diperkenalkan ke publik namun langsung menuai sorotan negatif dari para pengamat teknologi. Alih-alih menghadirkan inovasi radikal, fitur lampu indikator baru ini dinilai memiliki keterbatasan fungsi yang cukup mengecewakan.
Sebelum peluncuran resmi dalam ajang Made by Google, banyak pihak menaruh harapan tinggi bahwa fitur yang dulunya disebut Pixel Glow ini akan tampil sebagai lampu cincin di sekitar modul kamera. Desain tersebut diyakini mampu memberikan visualisasi dinamis serta interaksi notifikasi yang jauh lebih menarik.
Namun, kenyataannya Google menyembunyikan lampu tersebut langsung di dalam area kilat kamera atau flash. Keputusan ini juga mengorbankan keberadaan sensor suhu yang sebelumnya disematkan pada model Pro pendahulunya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBanyak pihak menyayangkan potensi besar dari konsep pencahayaan tersebut yang tidak dimanfaatkan secara optimal oleh raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu.
Keterbatasan Fungsi HiLight Dibandingkan Potensi Teaser
Fungsionalitas HiLight saat pertama kali dirilis terbilang sangat minim karena hanya mampu menyala dengan warna tertentu saat pengguna berinteraksi dengan Gemini atau menerima panggilan masuk.
Bahkan, fitur notifikasi kontak khusus tersebut dijadwalkan baru akan meluncur sepenuhnya pada akhir tahun mendatang. Hal ini membuat para pengguna merasa bahwa inovasi yang dijanjikan terasa setengah hati.
Jika Google menerapkan desain lampu melingkar penuh di sekeliling modul kamera seperti pada bocoran teaser, potensi kustomisasi animasi cahaya diyakini bakal jauh lebih spektakuler. Pengguna dapat menikmati berbagai pola kedipan dinamis untuk beragam jenis pemberitahuan.
Kini publik hanya bisa berharap agar Google mendengarkan masukan para pengguna dan menyempurnakan konsep pencahayaan tersebut pada generasi ponsel pintar berikutnya.