Proyek ambisius truk listrik Ford Fathom dengan harga terjangkau kini menjadi pertaruhan besar bagi pabrikan otomotif asal Amerika Serikat tersebut menjelang peluncurannya. Berbagai persiapan matang terus dikebut di balik layar demi memastikan truk listrik berbanderol di bawah USD 30.000 atau sekitar Rp480 juta itu bisa segera masuk jalur produksi massal.
Pabrik perakitan Louisville Assembly Plant milik Ford dirombak secara besar-besaran setelah sebelumnya sempat dihentikan operasionalnya selama lebih dari satu tahun. Pabrik seluas tiga juta kaki persegi yang dulunya memproduksi kendaraan berbahan bakar konvensional ini kini bertransformasi total untuk menyambut era kendaraan listrik.
Perombakan masif tersebut memakan biaya fantastis mencapai USD 2 miliar atau setara dengan Rp32 triliun demi menerapkan sistem produksi anyar bernama Universal EV Production System. Investasi jumbo ini turut membuka 4.000 lapangan pekerjaan baru serta mendatangkan berbagai peralatan khusus yang sangat esensial bagi lini perakitan kendaraan listrik masa depan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSistem produksi baru ini mengubah konsep jalur perakitan tradisional menjadi metode perakitan paralel atau assembly tree, di mana para pekerja dapat merakit bagian-bagian utama kendaraan secara terpisah sebelum disatukan menjadi satu bodi utuh. Melalui inovasi ini, Ford optimis lini pabriknya mampu merakit Fathom 40 persen lebih cepat dibandingkan produk konvensional sebelumnya.
Teknologi Unicastings dan Target Produksi Ford Fathom
Komponen utama truk listrik Fathom seperti bagian depan, belakang, serta baterai dirancang secara terpisah di sepanjang lini produksi sebelum akhirnya digabungkan. Metode canggih ini mengandalkan penggunaan unicastings berukuran besar, di mana satu cetakan aluminium tunggal menggantikan puluhan komponen stempel dan las tradisional.
Para pekerja di pabrik Louisville kini bekerja dengan kecepatan tinggi untuk memastikan pembuatan prototipe Fathom menggunakan komponen berkualitas dapat dimulai pada awal tahun 2027 mendatang. Sementara itu, unit produksi massal yang siap dikirimkan kepada para konsumen dijadwalkan tiba pada paruh akhir tahun yang sama.
Kehadiran truk listrik Fathom diharapkan mampu mendongkrak posisi kompetitif Ford di pasar kendaraan elektrifikasi global yang kini semakin kompetitif. Dengan banderol harga yang ramah di kantong serta teknologi manufaktur mutakhir, Ford menaruh harapan besar pada kesuksesan model terbaru ini.
Transformasi pabrik Louisville membuktikan keseriusan pabrikan berlogo oval biru tersebut dalam melakukan transisi energi menuju mobilitas ramah lingkungan secara masif. Langkah strategis ini sekaligus menandai babak baru sejarah inovasi teknologi otomotif dunia.