Sebagaimana diwartakan, prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia akademik Indonesia, khususnya dari tanah Aceh. Prof Dr H Muhammad Siddiq Armia, PhD, yang merupakan guru besar UIN Ar-Raniry, sukses mencuri perhatian global setelah diundang mengikuti program visiting fellowship di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss, serta House of Lords, Westminster Parliament, Inggris.
Berdasarkan laporan media, program penelitian global ini berlangsung selama satu bulan dengan memadukan metode daring dan luring. Kegiatan di United Nations Office at Geneva (UNOG) tersebut dijadwalkan berlangsung dari tanggal 31 Agustus hingga 3 September 2026. Sebelum tiba di Swiss, Siddiq sempat singgah di London untuk mengawali rangkaian program fellowship di Parlemen Inggris.
Dalam keterangannya melalui sambungan telepon seluler, Siddiq mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan berharga tersebut. "Alhamdulillah, kami mendapat kesempatan sebagai visiting fellowship di salah satu markas PBB di dunia, selain New York," ujarnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeIa juga menambahkan bahwa pengalaman dan jejaring internasional ini sangat krusial untuk membangun masa depan pendidikan. "Jaringan global, pengetahuan dan pengalaman ini tentu sangat berguna bagi kami dalam mengembangkan potensi akademik di kalangan generasi muda di Indonesia, khususnya Aceh," lanjutnya.
Mengutip laporan yang sama, kiprah internasional Siddiq bukanlah tanpa alasan. Pada tahun 2025 lalu, ia berhasil masuk dalam daftar dua persen ilmuwan top dunia atau top scientists worldwide, yang menjadi salah satu pencapaian tertinggi bagi seorang akademisi secara global.
Selain itu, alumnus S3 Anglia Ruskin University, Cambridge, dan Dayah Darussaadah Pidie ini kerap diundang sebagai visiting professor serta penguji disertasi tingkat doktoral di berbagai negara, mulai dari Inggris, Maroko, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, hingga Thailand dan Malaysia.
Sebagai informasi tambahan, UNOG di Palais des Nations, Jenewa, merupakan salah satu dari empat kantor utama Sekretariat PBB yang memegang peran vital dalam diplomasi multilateral dunia. Setiap tahunnya, pusat kegiatan ini memfasilitasi ribuan pertemuan internasional yang membahas berbagai isu strategis global mulai dari perdamaian hingga hak asasi manusia.