Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Ketegangan AS dan Iran Memanas,...
INTERNASIONAL

Ketegangan AS dan Iran Memanas, Trump Singgung Selat Hormuz

By Dewi Lestari 2 min read 16 Agustus 2026
Kapal induk USS Abraham Lincoln beroperasi di kawasan perairan Timur Tengah

Kapal induk USS Abraham Lincoln beroperasi di kawasan perairan Timur Tengah

Pemerintah Amerika Serikat dan Iran dihadapkan pada situasi genting menyusul batas akhir kesepakatan gencatan senjata 60 hari yang segera berakhir dalam waktu dekat. Di tengah situasi tersebut, Presiden Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial mengenai status kendali atas jalur pelayaran strategis di kawasan Teluk.

Melalui pernyataan terbarunya, Trump mengklaim bahwa pihak militer AS memegang kendali penuh atas jalur perairan tersebut dan bahkan membuka peluang untuk menetapkannya secara sepihak. "Segera saya akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," ujar Trump menegaskan posisi Washington.

Pihak Teheran langsung merespons keras klaim tersebut dengan menyatakan bahwa jalur perairan internasional tidak bisa direbut hanya melalui sebuah cuitan media sosial atau unjuk kekuatan armada kapal induk. Eskalasi ini memicu pengerahan ulang puluhan kapal komersial oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) demi keamanan navigasi.

Hingga kini, berbagai pihak internasional terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut menyusul belum adanya kepastian mengenai kelanjutan meja perundingan diplomatik antara kedua negara.

Respons Keras Teheran dan Patroli Militer AS

Wakil Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa kedaulatan wilayah perairan strategis tidak tunduk pada tekanan politik maupun ancaman militer dari pihak luar. Teheran menilai langkah Washington sebagai bentuk provokasi yang justru memperkeruh stabilitas keamanan regional.

Sementara itu, militer Amerika Serikat tetap menyiagakan armada tempurnya di kawasan sekitar untuk mengantisipasi segala kemungkinan eskalasi militer lanjutan. Pengamat pertahanan menilai bahwa kebuntuan diplomasi ini menjadi ujian berat bagi upaya de-eskalasi konflik di Timur Tengah.

Sejumlah pejabat tinggi pertahanan AS juga melaporkan bahwa operasi pengamanan maritim terus diperketat guna melindungi jalur pasokan energi global dari potensi ancaman gangguan keamanan.

Masyarakat internasional berharap saluran komunikasi darurat antara kedua belah pihak dapat segera dibuka kembali guna mencegah terjadinya benturan berskala besar yang dapat berdampak luas bagi perekonomian global.

Topics
donald trump iran selat hormuz amerika serikat militer timur tengah konflik centcom
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.