Lilo & Scratch resmi menjadi karya terbaru Walt Disney Animation Studios yang siap menghibur penggemar setia waralaba Lilo & Stitch. Film pendek bertema fiksi ilmiah komedi ini disutradarai oleh Fawn Veerasunthorn dan Malcon Pierce, yang menjanjikan petualangan baru dengan sentuhan nostalgia.
Mengambil latar waktu tak lama setelah peristiwa film original tahun 2002, kisah ini menyoroti perseteruan Stitch yang kini harus berhadapan dengan Scratch. Karakter baru berbentuk alien menyerupai kucing tersebut diadopsi oleh Lilo, memicu dinamika menarik dalam kehidupan mereka.
Chris Sanders, pengisi suara asli Stitch sekaligus sutradara film pertama, kembali dipercaya untuk menghidupkan karakter tersebut. Sementara itu, peran Lilo dipercayakan kepada Maia Kealoha yang sebelumnya sukses memerankan tokoh tersebut dalam versi live-action tahun 2025.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeFilm pendek ini dijadwalkan tayang perdana di bioskop mendampingi film Hexed pada 25 November 2026. Proyek ini menjadi penanda kembalinya Walt Disney Animation Studios dalam memproduksi konten pendek teatrikal setelah jeda selama lima tahun.
Teknologi Animasi Hybrid di Lilo & Scratch
Tim produksi menerapkan teknologi pipeline animasi baru untuk memberikan tampilan visual yang memukau dalam Lilo & Scratch. Mereka menggabungkan karakter animasi tangan tradisional dengan model komputer secara halus tanpa cela.
Fawn Veerasunthorn memiliki visi agar film ini tetap terasa dekat dengan estetika tahun 2002. Para seniman bekerja keras menggunakan berbagai perangkat untuk memastikan setiap detail tampak otentik dan konsisten sepanjang durasi film.
Alex Kupershmidt, animator pengawas Stitch pada film asli, ikut turun tangan dengan menggambar langsung di atas kertas. Usahanya berfokus pada pendorongan visual agar karakter terlihat lebih kartunis dan dinamis saat berinteraksi dengan elemen komputer.
Latar belakang atau background dalam film ini juga digarap dengan perpaduan metode tradisional serta digital. Semua usaha ini dilakukan demi menciptakan pengalaman visual memikat bagi penonton yang sudah lama menantikan kembalinya karakter Stitch ke layar lebar.