Aktris kelahiran Berlin, Marlene Dietrich, menunjukkan perlawanan sengit terhadap rezim Adolf Hitler dan kaum Nazi dengan menolak tawaran membuat film propaganda pada tahun 1937. Wanita kelahiran 27 Desember 1901 tersebut secara tegas menyebut Hitler sebagai sosok yang bodoh dan memilih menanggalkan kewarganegaraan Jerman miliknya.
Keputusan besar diambil Marlene Dietrich pada tahun 1939 ketika dirinya resmi menjadi warga negara Amerika Serikat, tepat pada tahun yang sama saat Jerman menginvasi Polandia untuk memulai Perang Dunia II. Ia kemudian mendedikasikan dirinya untuk mendukung penuh kemenangan blok Sekutu dalam mengalahkan kekuatan Blok Sentral.
Peran penting dimainkan oleh Marlene Dietrich tatkala ia bergabung dalam program siaran rahasia Project Muzac yang diinisiasi oleh Office of Strategic Services atau OSS. Melalui siaran radio tersebut, ia menyanyikan lagu klasik berjudul "Lili Marleen" yang berhasil meruntuhkan moral pasukan tentara Jerman di medan perang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDedikasi tinggi juga ditunjukkan oleh Marlene Dietrich melalui keikutsertaannya dalam tur hiburan USO demi menyemangati para prajurit di garis depan. Selama masa perang, ia tercatat telah tampil lebih dari 500 kali di hadapan para tentara di kawasan Afrika Utara, Italia, dan Eropa.
Aksi Kemanusiaan dan Kontribusi Nyata Marlene Dietrich
Atas segala kontribusi dan keberaniannya dalam menentang rezim fasis, pemerintah Amerika Serikat menganugerahinya penghargaan bergengsi Presidential Medal of Freedom. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Harry Truman sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa besarnya.
Selain menghibur para prajurit di garis depan pertempuran, Marlene Dietrich juga dikenal memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap kaum Yahudi yang terjebak di Jerman. Ia turut membantu mendirikan sebuah dana khusus yang bertujuan untuk menyelamatkan serta melindungi mereka dari cengkeraman rezim Hitler.
Selama menjalani tur USO di Italia pada tahun 1944, Marlene Dietrich sempat berjuang melawan penyakit pneumonia yang dideritanya. Meskipun kondisi fisik sedang tidak sehat, ia tetap bersikeras untuk berada di tengah-tengah para tentara demi memberikan dukungan moril secara langsung.
Kehidupan keras di area pertempuran sama sekali tidak menyurutkan semangat Marlene Dietrich untuk hidup berdampingan secara sederhana bersama para prajurit. Berdasarkan catatan sejarah, ia rela tidur di dalam bunker reruntuhan serta mengantri bersama para tentara tanpa meminta perlakuan istimewa.
Setelah Perang Dunia II resmi berakhir pada 8 September 1945 menyusul menyerahnya Jerman, Marlene Dietrich kembali melanjutkan karier profesionalnya di dunia hiburan. Kendati demikian, berbagai aksi heroik yang dilakukannya selama masa perang tetap dikenang sebagai salah satu bentuk perlawanan sipil paling berdampak dalam sejarah.
Bagi Marlene Dietrich, penghargaan Presidential Medal of Freedom dari Presiden Harry Truman merupakan pencapaian hidup yang paling berharga dan sangat ia banggakan dibandingkan seluruh penghargaan hiburan yang pernah ia raih.