Sebagaimana diwartakan dalam laporan BantenNews, kawasan parkir rumah ibadah kembali menjadi sasaran empuk bagi komplotan pencuri kendaraan bermotor yang nekat beraksi di tengah khusyuknya jemaah menunaikan salat Subuh. Modus operandi kejahatan lintas wilayah ini akhirnya terbongkar setelah pihak kepolisian melakukan penelusuran mendalam berdasarkan rekaman kamera pengawas serta laporan warga di media sosial.
Berdasarkan laporan kepolisian, Unit Reskrim Polsek Ciledug sukses membekuk dua orang pelaku berinisial MF (33) dan CW (48). Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini membagi peran secara terstruktur di mana pelaku MF bertindak sebagai joki pengawas situasi, sementara pelaku CW berperan langsung sebagai eksekutor pembobol kendaraan.
Kapolsek Ciledug Kompol Susida Aswita menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari serangkaian laporan masyarakat terkait maraknya kehilangan sepeda motor di area parkir masjid menjelang pagi hari. Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak melakukan penyelidikan mendalam dengan memetakan pola kejahatan para pelaku.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePetunjuk penting dari rekaman CCTV dan informasi publik di media sosial mempersempit ruang gerak pelaku hingga petugas meningkatkan intensitas patroli rutin di jam-jam rawan. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika tim buru sergap mendapati dua pria mencurigakan mengendarai sepeda motor dengan ciri-ciri yang persis seperti hasil penyelidikan.
Aparat kepolisian yang memimpin pengejaran sempat membuntuti kedua pelaku hingga memasuki kawasan Larangan, Kota Tangerang. Di sana, komplotan tersebut sempat menyatroni sebuah masjid di Perumahan Larangan Indah, namun rencana jahat mereka batal lantaran jemaah sudah membubarkan diri dari area parkir sehingga tidak ada target kendaraan yang bisa digondol.
Tak ingin kehilangan jejak, petugas yang terus membayangi pergerakan kedua tersangka langsung melakukan penyergapan tanpa perlawanan berarti. Dari hasil penangkapan di lokasi, polisi mengamankan MF dan CW beserta kendaraan roda dua yang mereka gunakan untuk berkeliling memetakan target sasaran.
Dalam penggeledahan lanjutan, aparat menemukan sejumlah barang bukti perkakas kejahatan berupa mata kunci leter T, magnet pembuka penutup kunci, serta kunci kontak tiruan. Polisi juga menyita satu unit sepeda motor Honda Beat, ponsel pintar, tas, helm, sepatu, hingga rekaman CCTV yang merekam jejak kejahatan mereka.
Hasil interogasi awal mengungkap fakta mengejutkan bahwa komplotan spesialis curanmor ini ternyata telah beroperasi selama kurang lebih satu tahun. Sasaran kejahatan mereka tergolong luas dan tidak hanya terbatas pada area rumah ibadah, melainkan menyasar kawasan permukiman padat penduduk serta rumah kontrakan yang minim pengawasan.
Menurut keterangan Kompol Susida Aswita, kelompok penjahat jalanan ini biasanya mulai beroperasi aktif pada waktu dini hari hingga menjelang pagi hari. "Parkiran masjid menjadi salah satu sasaran mereka," ujar Susida sebagaimana dikutip dari laporan media mengenai jam operasional komplotan yang berkisar antara pukul 02.00 hingga 07.00 WIB.