Sebagaimana diwartakan oleh media nasional Kompas.com pada 29 Agustus 2026, Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri memberikan sorotan tajam terhadap persoalan lingkungan serta dampak perubahan iklim yang kini semakin dirasakan nyata di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam keterangannya, Ketua Umum PDI-P tersebut secara khusus menyoroti fenomena pencairan es atau yang kerap disebut sebagai salju abadi di puncak-puncak pegunungan Papua yang kini kian mengkhawatirkan akibat laju pemanasan global.
Megawati mengungkapkan bahwa kondisi es di kawasan Grasberg, Papua Tengah, mengalami proses pencairan yang jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, sehingga dikhawatirkan daratan tinggi tersebut akan bersih dari lapisan es dalam kurun waktu sekitar tiga tahun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Grasberg itu tadinya penuh dengan salju, tetapi sekarang makin meleleh. Dan dari kami, dari yang namanya Badan Riset Inovasi Nasional kami, kami telah mendatangkan tim ke sana dan ini sangat mengkhawatirkan karena dihitung kemungkinan pencairannya makin cepat dan mungkin dalam kurang lebih tiga tahunan gunung itu tidak ada es lagi," ujar Megawati saat menyampaikan pandangannya di Megawati Institute, Jakarta, Kamis.
Selain menyoroti mencairnya es di tanah Papua, Megawati juga mengungkapkan rasa prihatin mendalam atas berbagai bencana alam serta anomali cuaca ekstrem yang melanda Indonesia sebagai akibat langsung dari krisis ekologi global.
"Perubahan itu membawa kerusakan lingkungan, mengancam kehidupan manusia, dan keanekaragaman hayati. Indonesia pada saat ini sedang berada di dalam sebuah kesedihan karena kami mengalami ada gempa, ada banjir, dan juga yang aneh di suatu tempat di Papua turun salju," jelas Megawati dalam forum dialog bersama para tokoh internasional.
Megawati menegaskan bahwa ancaman perubahan iklim dan kerusakan ekologis di Indonesia bukanlah sekadar isu abstrak belaka, melainkan persoalan nyata yang berdampak langsung terhadap sektor pertanian, ketersediaan pangan, kesehatan, hingga kelangsungan hidup jutaan masyarakat luas.