Mengenal profesi bounty hunter sebagai agen swasta yang bekerja untuk penjamin jaminan atau bail bondsman guna menangkap buronan maupun penjahat dengan imbalan komisi tertentu di Amerika Serikat.
Pekerjaan resmi berjuluk bail enforcement agent ini beroperasi di luar batasan hukum ketat kepolisian karena perjanjian jaminan antara terdakwa dan penjamin merupakan kontrak sipil murni.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBounty hunter berstatus sebagai kontraktor independen yang menerima komisi dari total nilai jaminan buronan apabila berhasil menemukan serta menyerahkan kembali target tersebut.
Praktik pemburuan buronan ini berakar dari hukum umum abad pertengahan dan mengandalkan landasan hukum dari putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat tahun 1872 dalam kasus Taylor v Taintor.
Aturan Hukum dan Regulasi Ketat Bounty Hunter di Berbagai Negara Bagian
Aturan hukum mengenai legalitas bounty hunter sangat bervariasi di setiap negara bagian Amerika Serikat dengan beberapa wilayah melarang total praktik komersial jaminan.
Negara bagian seperti Connecticut memberlakukan proses perizinan ketat yang mewajibkan agen melalui pemeriksaan latar belakang ekstensif serta pelatihan khusus bersertifikat.
Sebagian besar agen pemburu buronan mengenakan rompi anti peluru, lencana khusus, serta membawa senjata api maupun senjata non-letal untuk mendukung operasi penangkapan di lapangan.
Meskipun menghadapi batasan yurisdiksi dan regulasi ketat di sejumlah wilayah, profesi ini tetap menjadi bagian unik dalam sistem peradilan pidana di Amerika Serikat.