Target krusial untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri yang disepakati dalam Perjanjian Paris kini dinyatakan hampir mustahil untuk dicapai. Sebagaimana diwartakan oleh media internasional, Organisasi Bangsa-Bangsa PBB secara terbuka mengakui bahwa ambang batas ideal tersebut sudah tidak lagi realistis.
Berdasarkan laporan terbaru dari Program Lingkungan PBB PNUMA yang dirilis pada Rabu (2), kenaikan suhu bumi diprediksi akan segera melampaui batas aman tersebut dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan dalam skenario paling optimis sekalipun, rata-rata suhu permukaan bumi diperkirakan bakal melonjak hingga 1,8 derajat Celsius pada abad ini.
Dokumen penting tersebut memperingatkan bahwa setiap kenaikan fraksi suhu di atas ambang batas 1,5 derajat Celsius akan memicu dampak buruk yang masif bagi bumi. Mulai dari kolapsnya ekosistem penting, gelombang panas ekstrem yang berkepanjangan, hingga kenaikan permukaan air laut yang mengancam kawasan pesisir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Tidak ada hasil baik jika kita terus berada di atas 1,5 derajat Celsius. Gelombang panas ekstrem di seluruh dunia sudah menunjukkan bahwa dampak iklim terjadi lebih cepat, lebih intens, dan memakan lebih banyak korban jiwa," ungkap Direktur Eksekutif PNUMA Inger Andersen dalam keterangan resminya.
Meski demikian, laporan tersebut tetap membuka peluang pemulihan jangka panjang apabila komunitas global segera mengambil langkah drastis. Melalui transisi energi bersih secara masif serta pengembangan teknologi penangkapan karbon dari atmosfer, suhu bumi diharapkan bisa kembali ditekan turun menjelang akhir abad ini.