Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Profil Gregory Hines, Legenda Penari...
INTERNASIONAL

Profil Gregory Hines, Legenda Penari Tap dan Aktor Hollywood

By Dewi Lestari • 2 min read • 12 Agustus 2026
Gregory Hines saat tampil menari tap di panggung hiburan

Gregory Hines saat tampil menari tap di panggung hiburan

Gregory Oliver Hines lahir di New York City pada tanggal 14 Februari 1946 dan tumbuh sebagai salah satu penari tap paling ikonik sepanjang sejarah seni pertunjukan. Sejak usia dini, ia telah menunjukkan bakat luar biasa di bidang tari dan mulai tampil secara semi-profesional bersama kakaknya, Maurice Hines.

Karier panggungnya dimulai sejak dekade 1950-an, termasuk debut di Broadway melalui pementasan The Girl in Pink Tights pada tahun 1954. Konsistensinya dalam dunia teater membuahkan berbagai penghargaan bergengsi, seperti kemenangan Tony Award dan Drama Desk Award berkat penampilannya yang memukau dalam musikal Jelly's Last Jam.

Selain mendominasi panggung teater, Hines juga merambah industri perfilman Hollywood dengan membintangi puluhan film populer. Beberapa karya layar lebarnya meliputi History of the World, Part I, The Cotton Club, White Nights, serta Running Scared yang memperlihatkan kepiawaian aktingnya.

Kontribusi terbesar Hines bagi dunia tari tampak melalui perjuangannya mempopulerkan kembali seni tari tap kontemporer serta menginisiasi perayaan National Tap Dance Day. Warisan artistik yang ditinggalkannya terus menginspirasi generasi penari muda di berbagai belahan dunia.

Perjalanan Karier Musik dan Penghargaan Internasional

Di luar dunia tari dan akting, Hines juga aktif menekuni bidang musik dengan mendirikan grup band rock bernama Severance pada tahun 1975. Kiprahnya di dunia tarik suara semakin bersinar ketika ia berduet dengan musisi Luther Vandross lewat lagu There's Nothing Better Than Love.

Lagu kolaborasi tersebut sukses menduduki posisi puncak tangga lagu Billboard R&B, yang kemudian mendorong Hines untuk merilis album debut solonya. Keberhasilan ini membuktikan fleksibilitas bakat seninya yang melintasi berbagai genre hiburan populer.

Sepanjang perjalanan hidupnya, Hines menerima berbagai apresiasi tinggi atas dedikasi seni yang luar biasa, termasuk nominasi Emmy Awards serta penghargaan Daytime Emmy Award untuk perannya dalam serial animasi Little Bill.

Gregory Hines wafat pada tanggal 9 Agustus 2003 di Los Angeles akibat kanker hati yang dideritanya. Meskipun telah tiada, pengaruh dan kontribusinya dalam sejarah seni tari modern tetap dikenang abadi oleh para penikmat seni.

Topics
gregory hines penari tap broadway hollywood profil biografi musik teater
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.