Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Profil Kingdom Story Company, Studio...
INTERNASIONAL

Profil Kingdom Story Company, Studio Film Rohani Sukses di AS

By Dewi Lestari 2 min read 16 Agustus 2026
Logo Kingdom Story Company studio film independen di Amerika Serikat

Logo Kingdom Story Company studio film independen di Amerika Serikat

Kingdom Story Company merupakan studio film dan televisi independen asal Amerika Serikat yang berfokus pada pengembangan konten hiburan berbasis nilai-nilai rohani. Didirikan pada 26 Maret 2019 di Franklin, Tennessee, studio ini lahir dari kesuksesan besar film I Can Only Imagine yang meraup pendapatan fantastis di box office domestik.

Pendirian studio ini digagas oleh Erwin Brothers bersama Kevin Downes dan Tony Young setelah merajut kerja sama multi-tahun dengan Lionsgate Motion Picture Group. Melalui kolaborasi tersebut, mereka berkomitmen menghadirkan deretan film layar lebar dan program televisi inspiratif yang mampu menarik minat penonton luas di berbagai belahan dunia.

"Kerja sama ini membuka babak baru bagi perfilman bertema keluarga dan rohani untuk mendapatkan panggung yang lebih besar di industri perfilman global," ujar perwakilan produsen saat meresmikan peluncuran studio tersebut.

Sejak beroperasi, studio ini telah menelurkan berbagai karya populer seperti I Still Believe, American Underdog, hingga Jesus Revolution. Konsistensi dalam memproduksi konten berkualitas membuat nama mereka semakin diperhitungkan di kancah perfilman Hollywood sebagai salah satu pelopor rumah produksi rohani terkemuka.

Perjalanan dan Perkembangan Studio

Perjalanan Kingdom Story Company terus berkembang pesat seiring dengan peluncuran divisi televisi pada akhir tahun 2019 yang dipimpin oleh produser Mona Garcea. Studio ini secara konsisten merilis proyek-proyek film baru setiap tahunnya untuk memperkuat posisi mereka di industri hiburan komersial.

Perubahan struktur kepemimpinan sempat terjadi ketika Jon Erwin meninggalkan perusahaan untuk mendirikan proyek baru, sementara Brandon Gregory dipromosikan sebagai mitra baru setelah perpanjangan kontrak strategis dengan Lionsgate.

Berbagai karya lanjutan terus digarap, termasuk produksi sekuel film hit I Can Only Imagine 2 yang disutradarai oleh Andrew Erwin dan Brent McCorkle. Keberhasilan ini membuktikan komitmen studio dalam menyajikan kisah-kisah inspiratif yang relevan bagi penonton dari berbagai kalangan usia.

Dengan jaringan distribusi yang kuat bersama studio besar seperti Lionsgate, Kingdom Story Company terus memperluas jangkauan penonton global melalui deretan film drama keluarga dan biografi yang sarat akan pesan moral.

Topics
kingdom story company lionsgate erwin brothers film rohani hollywood studio film profil perusahaan amerika serikat
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.