Profil serial The Chosen menyajikan drama televisi historis keagamaan berlatar abad pertama di wilayah Yudea dan Galilea yang digarap oleh kreator Dallas Jenkins. Serial ini menjadi proyek multi-musim pertama yang mengangkat kisah kehidupan serta pelayanan Yesus dari Nazaret melalui perspektif orang-orang di sekitarnya.
Deretan tokoh utama dalam serial ini melibatkan aktor Jonathan Roumie sebagai pemeran utama bersama Shahar Isaac, Elizabeth Tabish, Paras Patel, hingga Noah James. Sejak penayangan perdananya, produksi layar kaca tersebut sukses menarik perhatian global dengan jutaan penonton dari berbagai kalangan latar belakang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKeunikan dari produksi ini terletak pada pemanfaatan model bisnis pendanaan massal berbasis urun daya serta strategi distribusi mandiri secara digital. Langkah inovatif tersebut berhasil memecahkan rekor pendanaan industri hiburan sebelum akhirnya menjalin kerja sama strategis dengan berbagai jaringan platform penyiaran.
Perjalanan penayangan serial ini terus berlanjut hingga musim-musim berikutnya dengan menampilkan berbagai narasi mendalam seputar perjalanan pelayanan publik hingga pekan-pekan akhir kehidupan sang tokoh utama. Berbagai penghargaan bergengsi bidang media keagamaan turut mengiringi pencapaian kesuksesan internasional dari serial populer ini.
Latar Belakang Produksi dan Model Pendanaan Unik
Ide pembuatan proyek ini bermula ketika sutradara Dallas Jenkins menggarap sebuah film pendek bertajuk The Shepherd untuk acara peribadatan hari Natal di gerejanya. Dari situlah tercetus gagasan untuk memperluas narasi sejarah tersebut ke dalam format serial multi-musim yang berfokus pada latar belakang budaya masyarakat lokal.
Pihak produser kemudian menggandeng layanan siaran digital VidAngel serta memanfaatkan regulasi undang-undang pendanaan baru guna menawarkan kepemilikan saham bagi para investor publik. Penggalangan dana awal tersebut sukses mengumpulkan modal besar dari puluhan ribu pemodal di berbagai belahan dunia.
Sistem distribusi yang fleksibel memungkinkan penonton di seluruh dunia menikmati setiap episode secara gratis melalui berbagai platform aplikasi resmi maupun media sosial. Model penayangan unik ini terbukti mampu mendongkrak popularitas dan pendapatan finansial secara signifikan melalui penayangan teater terbatas.
Kesuksesan besar serial tersebut turut melahirkan berbagai perluasan waralaba media termasuk adaptasi novel, novel grafis, bahan studi Alkitab, hingga serial animasi sempalan. Dukungan penuh dari komunitas penonton global terus mendorong kelanjutan produksi musim-musim penutup dari drama sejarah ini.