Berdasarkan laporan yang dihimpun, terdapat fakta menarik seputar tradisi unik yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya di wilayah Cirebon, Jawa Barat. Memasuki puncak perayaan Muludan Tuk, warga menggelar prosesi sakral pengangkatan sebuah benda pusaka berupa kayu dari dasar kolam keramat.
Sebagaimana diwartakan oleh media lokal, benda yang dikenal sebagai Buyut Kayu Perbatang atau Buyut Kayu Mati tersebut telah terendam di dalam balong Situs Balong Kramat Tuk Pangeran Mancur Jaya, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, selama hampir satu tahun penuh.
Mengutip keterangan dari juru pelihara situs, Raden Suparja, kayu keramat tersebut memiliki kaitan erat dengan sejarah dan kisah perjalanan spiritual Pangeran Mancur Jaya serta Pangeran Cakrabuana di masa lalu. Masyarakat setempat meyakini bahwa kayu itu memegang peranan penting dalam sejarah terbentuknya sumber air di kawasan tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut tradisi yang terus dilestarikan turun-temurun, ritual pengangkatan ini dilakukan setiap tanggal 19 Mulud atau yang disebut Sangalase. Setelah diangkat dari dasar air, kayu tersebut kemudian dibersihkan dan dimandikan menggunakan air balong serta air kembang sebelum akhirnya diganti kain penutupnya.
Berdasarkan informasi tambahan dari rangkaian acara Panjang Jimat Ider-Ideran Malam Pelal Muludan, prosesi ini tidak hanya berfokus pada pembersihan kayu keramat semata. Tradisi tahunan tersebut juga diwarnai dengan arak-arakan sebanyak 17 pusaka leluhur serta pementasan berbagai kesenian budaya lokal yang memukau.