Kemeriahan karnaval budaya menyelimuti Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, tatkala ribuan warga memadati jalan utama desa untuk menyaksikan puluhan kelompok menampilkan kreativitas dalam balutan nuansa merah putih.
Sebagaimana diwartakan, di balik semarak perayaan tersebut terdapat cerita inspiratif tentang konsistensi warga dalam mempertahankan tradisi turun-temurun yang telah berjalan selama 11 tahun meskipun penyelenggaraannya tahun ini harus berlangsung dengan anggaran yang terbatas.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, kegiatan yang mengambil momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu dipusatkan di Alun-alun Sasana Brajadenta dengan mengusung tema Kirab Budaya dan Merah Putih Desa Jambanan 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebanyak 27 kelompok dari delapan dukuh turut serta memeriahkan acara dengan menampilkan berbagai kreativitas dan kesenian berbasis tradisi lokal desa yang memukau para penonton.
Menurut keterangan Anggota DPRD Sragen Fathurrohaman, kegiatan tahunan ini biasanya mendapatkan alokasi dana hingga sekitar Rp100 juta, namun tahun ini panitia harus memutar otak mencari sponsor akibat dana desa yang sudah maksimal.
"Ketika dana desa di tahun ini sudah maksimal dan tidak bisa bertambah. Akhirnya panitia harus mencari sponsor. Saya sebagai wakil rakyat ikut tergerak untuk membantu agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar," ujar Fathurrohaman sebagaimana dikutip dari laporan media.
Sementara itu, Kepala Desa Jambanan Sugino Welly menyatakan bahwa partisipasi aktif warga murni tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat yang terlibat secara sukarela demi menjaga warisan budaya lokal.
"Kami berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten. Minimal ada apresiasi dan menjadikan Jambanan sebagai pilot project untuk desa-desa lainnya," pungkas Sugino menjelaskan.