Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Kisah Film China Dear You, Pemicu...
NASIONAL

Kisah Film China Dear You, Pemicu Debat Bahasa di Singapura

By Dewi Lestari 3 min read 16 Agustus 2026
Poster film drama China Dear You yang menjadi sleeper hit global

Poster film drama China Dear You yang menjadi sleeper hit global

Film drama keluarga asal China berjudul Dear You sukses mencuri perhatian penonton dan menjadi fenomena sleeper hit di tahun 2026. Disutradarai Lan Hongchun, film yang menggunakan dialek Teochew ini mengisahkan perjalanan seorang pemuda melacak kakeknya hingga ke Thailand, yang berujung pada pengungkapan rahasia masa lalu.

Bermodal anggaran terbatas yakni 14 juta Yuan, Dear You mampu meraup lebih dari 1,9 miliar Yuan di box office domestik China. Kesuksesan finansial tersebut diikuti dengan dampak budaya yang signifikan, terutama ketika film ini mulai merambah pasar Asia Tenggara, termasuk Singapura.

Di Singapura, penayangan Dear You memicu perdebatan publik hingga ke tingkat parlemen terkait kebijakan Speak Mandarin Campaign. Perdebatan ini muncul karena pemerintah setempat mewajibkan film tersebut ditayangkan dalam versi bahasa Mandarin, membatasi penggunaan dialek asli Teochew dalam media.

Banyak pihak menilai kebijakan tersebut menghambat pelestarian identitas budaya dan membatasi pilihan penonton. Fenomena ini bahkan mendorong warga Singapura rela bepergian ke Johor Bahru, Malaysia, hanya untuk menonton film Dear You dalam versi bahasa aslinya yang lebih otentik.

Latar Belakang dan Dampak Dear You

Dear You menampilkan akting memukau dari pemeran non-profesional yang diseleksi melalui tes kepribadian MBTI dan wawancara mendalam. Cerita yang diangkat dalam film ini merupakan kompilasi dari kisah nyata diaspora China di luar negeri yang dikemas apik melalui narasi surat kiriman uang atau qiaopi.

Selain sukses di China, pengaruh film ini meluas hingga ke Malaysia, di mana Dear You sempat memengaruhi wacana politik dalam pemilihan umum negara bagian. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan cerita dalam film tersebut melampaui sekadar hiburan layar lebar.

Pemerintah Singapura akhirnya mulai melonggarkan aturan setelah melihat tingginya permintaan masyarakat untuk menonton versi asli Teochew. Otoritas setempat membuka ruang fleksibilitas bagi acara-acara khusus untuk menayangkan film tanpa harus melalui dubbing bahasa Mandarin.

Kasus ini mencerminkan dinamika antara melestarikan bahasa Mandarin sebagai lingua franca dan menjaga kekayaan dialek daerah yang membawa nilai historis mendalam. Bagi banyak orang, Dear You bukan sekadar film, melainkan simbol perjuangan mempertahankan identitas warisan leluhur di era modern.

Topics
dear you film china singapura teochew budaya box office speak mandarin campaign
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.