Chumley's merupakan sebuah pub bersejarah dan bekas tempat minum ilegal (speakeasy) yang terletak di nomor 86 Bedford Street, kawasan West Village, Greenwich Village, Manhattan, New York City. Tempat ini didirikan pada tahun 1922 oleh seorang aktivis sosialis bernama Leland Stanford Chumley, yang mengubah bekas toko pandai besi menjadi sebuah usaha minuman era Prohibition. Seiring berjalannya waktu, tempat ini bertransformasi menjadi markas berkumpulnya para tokoh penting sastra, jurnalis, serta aktivis dari gerakan Lost Generation dan Beat Generation.
Perjalanan sejarah Chumley's diwarnai oleh berbagai peristiwa penting, mulai dari masa kejayaannya sebagai tempat tersembunyi dengan pintu rahasia hingga penutupan akibat keruntuhan cerobong asap pada tahun 2007. Setelah proses renovasi yang panjang, tempat ini sempat dibuka kembali sebagai restoran makan malam pada tahun 2016. Namun, hantaman pandemi COVID-19 pada tahun 2020 memaksa tempat bersejarah ini untuk menghentikan operasionalnya secara permanen.
Sebagai bangunan dengan nilai sejarah yang tinggi, Chumley's mempertahankan beberapa fitur khas dari masa lalunya, termasuk pintu masuk tanpa tanda penanda luar serta struktur lorong rahasia di bagian dalam. Tempat ini juga diabadikan dalam berbagai literatur dan tur sejarah karena perannya yang sangat besar dalam membentuk sejarah sastra Amerika abad ke-20. Berbagai penulis kenamaan pernah menjadikan tempat ini sebagai sumber inspirasi dalam menelurkan karya-karya besar mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun wujud operasional aslinya sebagai pub telah berakhir dan bangunannya beralih fungsi dalam beberapa tahun terakhir, warisan kultural Chumley's tetap hidup dalam ingatan kolektif warga New York. Tempat ini dikenang bukan sekadar sebagai bar biasa, melainkan sebagai pusat intelektual dan budaya yang merekam jejak keemasan para sastrawan terkemuka dunia di jantung kota Manhattan.
Sejarah Pendirian dan Perkembangan Awal
Ide awal pendirian Chumley's bermula ketika Leland Stanford Chumley mengambil alih sebuah bekas bengkel pandai besi di sudut jalan Bedford dan Barrow pada tahun 1922. Di tengah masa pelarangan minuman beralkohol (Prohibition) di Amerika Serikat, ia mengubah lokasi tersebut menjadi tempat berkumpul yang aman bagi para seniman dan aktivis politik. Letaknya yang tersembunyi dan tidak mencolok menjadikannya tempat pelarian yang ideal dari pengawasan aparat penegak hukum.
Proses pembentukan tempat ini sangat lekat dengan strategi kamuflase yang rumit, termasuk penggunaan pintu rahasia dan tangga tersembunyi yang memudahkan para pengunjung melarikan diri saat terjadi razia. Menurut catatan sejarah dan cerita rakyat setempat, istilah populer "86" konon berasal dari kebiasaan staf yang menyuruh para pelanggan keluar lewat pintu bernomor 86 Bedford Street saat polisi datang memperingatkan adanya razia.
Momen penting dalam perkembangan Chumley's adalah ketika tempat ini diakui secara resmi sebagai Situs Markas Sastra (Literary Landmark) oleh Friends of Libraries USA pada tahun 2000. Pengakuan tersebut menegaskan peran pentingnya sebagai tempat perlindungan bagi para sastrawan terkemuka seperti Willa Cather, E.E. Cummings, William Faulkner, Eugene O'Neill, John Steinbeck, hingga Edna St. Vincent Millay yang bahkan pernah bekerja paruh waktu sebagai bartender di sana.
Fondasi nilai yang dipegang oleh Chumley's sejak awal berdirinya adalah menciptakan ruang kebebasan berekspresi, diskusi intelektual, dan solidaritas bagi kalangan seniman serta pemikir bebas. Prinsip keterbukaan terhadap ide-ide kreatif inilah yang membuat atmosfer di dalam pub begitu khas dan membekas kuat dalam sejarah budaya populer Kota New York.
Dampak dan Pengaruh
Kontribusi utama Chumley's dalam bidang kebudayaan dan sastra terlihat jelas dari perannya sebagai inkubator bagi karya-karya sastra besar Amerika pada abad ke-20. Banyak penulis dan penyair menghabiskan waktu berjam-jam di tempat ini untuk berdiskusi, menulis, dan mematangkan konsep buku-buku yang kemudian mendefinisikan arah kesusastraan modern.
Pengaruh tempat ini terhadap komunitas kreatif di Greenwich Village sangat mendalam, menjadikannya titik kumpul utama bagi pergerakan intelektual lintas generasi. Dinding-dinding pub yang dulunya dihiasi sampul buku karya para pengunjung setianya menjadi saksi bisu betapa besarnya dampak sosial dan kultural yang dihasilkan dari ruang sederhana tersebut.
Pencapaian penting Chumley's bukan diukur dari keuntungan komersial semata, melainkan dari status legendarisnya yang diabadikan dalam berbagai tur sastra, buku sejarah, dan liputan media massa terkemuka seperti The New York Times. Reputasi sebagai tempat pelarian para pemikir ulung bertahan lama melampaui masa kejayaan era Prohibition itu sendiri.
Warisan abadi Chumley's tetap dihormati hingga kini meskipun bangunannya telah mengalami alih fungsi menjadi tempat usaha lain di era modern. Kenangan akan suasana hangat, diskusi mendalam, dan sejarah panjang di balik pintu tanpa tanda di 86 Bedford Street akan terus menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya dan sejarah literatur New York City.