Sebagaimana diwartakan dalam catatan sejarah olahraga, atmosfer luar biasa sempat menyelimuti Ginásio do Maracanãzinho saat tim nasional voli putri Brasil melaju mulus tanpa kehilangan satu set pun di fase grup Olimpiade Rio 2016. Namun, euforia tersebut seketika berubah menjadi keheningan total ketika China memastikan kemenangan dramatis 3 set berbanding 2 yang sekaligus menghentikan ambisi medali emas tuan rumah.
Bagi Sheilla Castro, Jaqueline Carvalho, dan Fabiana Claudino yang merupakan pilar penting peraih emas di Olimpiade Beijing 2008 serta London 2012, kegagalan tersebut menjadi penutup perjalanan panjang mereka bersama tim nasional. Pertandingan sengit melawan China memaksa skuad Brasil harus angkat koper lebih awal dari turnamen akbar yang dihelat di hadapan pendukung sendiri.
Perjalanan Brasil sebenarnya terbilang sempurna di babak penyisihan grup dengan menyapu bersih kemenangan atas Kamerun, Argentina, Jepang, Korea Selatan, dan Rusia. Skuad asuhan Zé Roberto itu dijadwalkan menghadapi lawan yang relatif lebih ringan di perempat final, namun hasil kejutan membuat mereka harus berhadapan lebih dini dengan China yang tampil sebagai unggulan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePemain bintang China, Zhu Ting, tampil sebagai momok menakutkan bagi lini pertahanan Brasil dengan mencetak 28 poin krusial di sepanjang pertandingan. Meskipun sempat unggul telak di set pertama, perjuangan wakil Amerika Selatan itu akhirnya kandas di tangan sang calon peraih medali emas setelah melalui pertarungan lima set yang melelahkan.
Refleksi mendalam disampaikan oleh para mantan bintang yang mengenang momen emosional tersebut sebagai bagian terpahit sekaligus paling berharga dalam karier profesional mereka. Sebagaimana diungkapkan para legenda voli dunia itu, waktu telah mengajarkan bahwa kekalahan di kandang sendiri tidak lantas menghapus lembaran sejarah manis yang telah mereka ukir selama membela panji negara.