Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Akhir Era Korsel di Premier League,...
OLAHRAGA

Akhir Era Korsel di Premier League, Jepang Ambil Alih Panggung

By Eko Fudiyanto 2 min read 16 Agustus 2026
Pemain sepak bola Korea Selatan di Premier League dan dominasi Jepang

Pemain sepak bola Korea Selatan di Premier League dan dominasi Jepang

Era pemain Korea Selatan di kompetisi Premier League terancam berakhir menyusul serangkaian hasil buruk yang mendera sepak bola Negeri Ginseng dalam beberapa waktu terakhir. Sejak kepindahan legendaris Park Ji-sung ke Manchester United pada tahun 2005, hubungan erat antara pemain Korea Selatan dan kasta tertinggi Liga Inggris terus terjalin hingga era kejayaan Son Heung-min bersama Tottenham Hotspur yang berakhir pada 2025.

Setelah Son meninggalkan London untuk melanjutkan karier di Los Angeles serta terdegradasinya Wolverhampton Wanderers yang dibela Hwang Hee-chan, praktis tidak ada lagi pemain utama Korea Selatan yang tersisa di panggung Premier League musim ini. Beberapa talenta muda seperti Yang Min-hyeok di Tottenham Hotspur, Kim Ji-soo di Brentford, serta Park Seung-soo di Newcastle United diprediksi bakal kembali menjalani masa peminjaman.

Situasi semakin pelik bagi sepak bola Korea Selatan setelah tim nasional mereka mengalami kehancuran di ajang Piala Dunia serta diselimuti berbagai skandal investigasi federasi. Penurunan drastis minat penonton televisi lokal terhadap siaran Liga Inggris menjadi bukti nyata bahwa era kejayaan pemain Korea di tanah Inggris telah meredup.

Di sisi lain, rival abadi mereka yakni Jepang justru mengambil alih panggung utama sepak bola Asia di tanah Inggris dengan mengirimkan gelombang pemain baru ke Premier League. Keberhasilan bintang-bintang Jepang seperti Kaoru Mitoma dan Wataru Endo kini disusul oleh kedatangan wajah-wajah baru seperti Hidemasa Morita di Hull City dan Daizen Maeda di Ipswich Town.

Jepang Dominasi Liga Inggris, Korsel Berbenah Total

Lonjakan masif pemain Jepang di Liga Inggris berbanding terbalik dengan kemunduran drastis yang dialami oleh sepak bola Korea Selatan saat ini. Para pemain Samurai Biru semakin diminati klub-klub Inggris berkat filosofi pembinaan jangka panjang yang dinilai jauh lebih stabil dan terstruktur dibandingkan tetangga mereka.

Legenda sepak bola Korea Selatan, Park Ji-sung, bahkan harus turun tangan memimpin komite reformasi sepak bola demi menutup gap prestasi yang kian menganga dengan Jepang. Kegagalan total di level tim nasional membuat publik sepak bola Korea harus menerima kenyataan pahit bahwa hegemoni mereka di Eropa telah runtuh.

Penurunan popularitas Liga Inggris di Korea Selatan terjadi secara masif seiring hilangnya magnet utama berupa kehadiran pemain bintang yang rutin tampil di layar kaca. Tanpa adanya ikon baru yang berlaga di kompetisi domestik Inggris, jumlah penonton siaran langsung sepak bola Eropa di Korea mengalami penyusutan drastis.

Transformasi besar-besaran kini menjadi satu-satunya jalan bagi sepak bola Korea Selatan untuk bangkit dari keterpurukan dan mengejar ketertinggalan dari Jepang. Jika tidak segera melakukan perombakan total, bukan tidak mungkin dominasi pemain Asia di panggung elit Eropa akan sepenuhnya dikuasai oleh negeri matahari terbit.

Topics
korea selatan premier league liga inggris son heung-min jepang sepak bola hwang hee-chan park ji-sung piala dunia kaoru mitoma
Jurnalis Olahraga Senior

Eko Fudiyanto adalah jurnalis olahraga yang telah meliput berbagai ajang olahraga nasional dan internasional. Dengan fokus utama pada sepak bola, ia dikenal dengan analisisnya yang tajam seputar strategi tim, transfer pemain, dan prediksi pertandingan. Selain itu, ia juga aktif meliput perkembangan basket di Indonesia.