Pandemi COVID-19 memicu disrupsi masif pada kompetisi sepak bola di seluruh dunia, mencerminkan dampak luar biasa yang dirasakan di semua cabang olahraga. Berbagai liga profesional dan kompetisi internasional di penjuru dunia mengalami pembatalan atau penundaan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Berdasarkan catatan per 25 Mei 2020, hanya segelintir liga sepak bola level tertinggi nasional yang tidak mengalami pensuspensian akibat pandemi. Kompetisi tersebut meliputi Turkmenistan Ýokary Liga, Belarusian Premier League, dan Liga Primera de Nicaragua.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDampak buruk juga dirasakan di kawasan Asia ketika Chinese Super League musim 2020 terpaksa ditunda akibat lonjakan kasus infeksi. Sejumlah turnamen ikonik seperti Lunar New Year Cup di Hong Kong turut dibatalkan secara berturut-turut pada tahun 2020, 2021, hingga 2022.
Krisis kesehatan global ini turut memukul mundur jadwal bergengsinya ajang AFC Champions League dan AFC Cup. Sejumlah laga fase grup serta play-off harus dijadwalkan ulang demi menekan laju penyebaran virus corona di berbagai negara peserta.
Krisis Kompetisi Sepak Bola Eropa dan Penundaan Laga Elit
Kawasan Eropa tidak luput dari badai krisis ketika berbagai laga fase gugur Liga Champions dan Liga Europa terpaksa digelar secara tertutup tanpa penonton pada awal tahun 2020. UEFA kemudian mengambil langkah tegas dengan menunda seluruh rangkaian pertandingan kompetisi benua biru tersebut.
Kompetisi domestik papan atas Eropa mengalami nasib serupa ketika Serie A resmi ditunda pada 9 Maret 2020. Keputusan tersebut disusul oleh La Liga Spanyol menyusul temuan kasus positif pada atlet klub Real Madrid yang berbagi fasilitas latihan yang sama.
Premier League Inggris turut mengambil langkah darurat setelah sejumlah pemain dan pelatih terkonfirmasi positif terjangkit virus corona. Kompetisi sepak bola elite di Inggris akhirnya dihentikan sementara demi keselamatan para pemain dan official klub.
Di tengah situasi sulit tersebut, Belarusian Premier League sempat menjadi satu-satunya kompetisi liga utama di bawah naungan UEFA yang tetap berjalan normal. Sebagian besar pertandingan tetap dilangsungkan meski beberapa laga harus digeser akibat temuan kasus di dalam tim.