Keputusan mengejutkan datang dari Rafael Leao yang kini mengenakan seragam merah kuning milik Galatasaray. Melihat penyerang lincah tersebut tidak lagi mengenakan garis merah hitam tentu menghadirkan nuansa asing bagi para pendukung Rossoneri.
Tujuh tahun penuh memori telah terukir indah melalui berbagai suka dan duka bersama AC Milan. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, pemain asal Portugal ini menjelma menjadi simbol era modern klub asal Kota Milan tersebut sebelum akhirnya lembaran baru harus dibuka.
Perjalanan karier Rafael Leao di San Siro tidak dimulai dengan mulus sejak didatangkan dari Lille dengan mahar sekitar 30 juta Euro. Pelatih pertama Marco Giampaolo tampak kesulitan menemukan posisi terbaik untuk sang pemain muda dalam skema taktik kaku miliknya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTitik balik penyerang berusia muda tersebut mulai terlihat ketika Zlatan Ibrahimovic kembali ke klub dan memberikan bimbingan khusus. Kehadiran Stefano Pioli sebagai juru taktik turut membantu membuka potensi maksimal Rafael Leao di lini serang.
Puncak performa sang bintang terjadi pada musim ketika AC Milan meraih Scudetto ke-19 di bawah komando Stefano Pioli. Kontribusi berupa gol krusial dan assist penting memastikan gelar juara kembali ke pelukan pendukung setia Rossoneri.
Meski sempat meneken perpanjangan kontrak jangka panjang hingga 2028 dengan klausul pelepasan fantastis, siklus cerita harus berakhir. Babak baru kini dimulai bagi sang megabintang setelah memilih meninggalkan atmosfer Serie A demi tantangan bersama Galatasaray.