Gelandang Skotlandia Lewis Ferguson kembali mengenakan ban kapten Bologna saat menghadapi Atalanta pada pertandingan Serie A yang berlangsung hari Senin, 31 Agustus 2026. Meskipun pelatih anyar Domenico Tedesco telah merombak struktur kepemimpinan tim dengan menunjuk Lorenzo De Silvestri sebagai kapten utama dan Riccardo Orsolini sebagai wakil, Ferguson tetap dipercaya memimpin rekan-rekannya di lapangan.
Dalam laga tandang tersebut, Ferguson tampil penuh selama 90 menit dan nyaris mencetak gol lewat tendangan voli jarak dekat di babak pertama yang sayangnya berhasil diblok oleh penjaga gawang Atalanta Marco Carnesecchi. Bologna harus menelan kekalahan tipis 0-1 akibat gol dramatis Lazar Samardžić pada menit keenam masa tambahan waktu babak kedua.
Keputusan perubahan kapten ini sebelumnya sempat memicu kekecewaan dari keluarga Ferguson, termasuk sang ayah Derek Ferguson yang merasa putranya tidak seharusnya menyerahkan ban kapten tersebut. Kendati demikian, Ferguson dikenal sebagai pemain yang mengutamakan kepentingan tim dan bersikap terbuka terhadap keputusan manajemen klub Serie A tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi tengah dinamika internal klub, masa depan pemain berusia 27 tahun ini juga kerap dikaitkan dengan rumor kepindahan ke klub Skotlandia Rangers selama jendela transfer musim panas. Walaupun demikian, penampilan konsisten dan kepercayaan dari pelatih menunjukkan bahwa mantan pemain Aberdeen itu tetap menjadi pilar penting bagi skuad Rossoblu musim ini.
Dinamika Kepemimpinan dan Respons Keluarga Ferguson
Perubahan struktur kepemimpinan di Bologna terjadi setelah pelatih kepala Domenico Tedesco menetapkan veteran Lorenzo De Silvestri sebagai kapten utama, disusul Riccardo Orsolini sebagai wakil, dan menempatkan Lewis Ferguson di urutan ketiga dalam hierarki kapten tim. Kebijakan ini diambil menjelang bergulirnya kompetisi Serie A musim 2026.
Ayah Lewis Ferguson, Derek Ferguson, mengungkapkan rasa kecewanya karena keluarganya tidak diajak berdiskusi sebelum keputusan pelepasan ban kapten tersebut disepakati oleh putranya. Menurutnya, ban kapten merupakan simbol kepemimpinan yang telah diraih oleh sang gelandang melalui kerja keras dan performa impresif di atas lapangan hijau.
Meskipun keluarganya merasa tidak puas dengan keputusan klub, Lewis Ferguson tetap bersikap tenang dan profesional dalam menerima perubahan peran tersebut demi keharmonisan internal tim. Gelandang yang memimpin Bologna meraih gelar juara Coppa Italia pada Mei 2025 itu memilih untuk fokus membantu klub mencapai hasil terbaik di kompetisi domestik.
Di sisi lain, rumor mengenai ketertarikan klub Rangers terhadap gelandang timnas Skotlandia tersebut sempat berhembus kencang sepanjang bursa transfer musim panas. Walau ada pembicaraan terkait peluang kepindahan, hingga kini belum ada tawaran resmi yang diajukan, dan sang pemain tetap berkomitmen penuh menjalankan perannya di Bologna.