Kritik tajam dilayangkan media Vietnam terhadap kiper Timnas Indonesia Nadeo Argawinata menyusul kekalahan telak 0-3 dari Vietnam pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari. Penjaga gawang Persija Jakarta tersebut dinilai gagal menampilkan performa terbaiknya sehingga menjadi sorotan utama publik sepak bola kawasan.
Media lokal Vietnam, Soha.vn, secara khusus menyoroti kelemahan berulang yang diperlihatkan oleh sang kiper dalam mengantisipasi arah datangnya si kulit bulat. Masalah utama yang disorot adalah ketidakmampuan penjaga gawang andalan Garuda tersebut dalam menutup ruang tembak di area tiang dekat gawangnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam ulasannya, media tersebut bahkan memberikan julukan pedas sebagai titik lemah di lini pertahanan Indonesia menyusul proses terciptanya gol-gol lawan. Pola kebobolan yang dinilai identik dengan laga sebelumnya melawan Kamboja dianggap sebagai celah fatal yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Vietnam.
Situasi buruk ini bermula dari gol cepat Nguyen Van Vi pada menit keenam yang memanfaatkan kelengahan di sudut sempit gawang Indonesia. Kelemahan serupa kembali terulang beberapa menit berselang ketika Nguyen Hai Long sukses menggandakan keunggulan lewat penyelesaian akurat yang mengarah ke area tiang dekat.
Perbandingan kiper dan jalan terjal skuad Garuda
Sorotan terhadap lini belakang Indonesia tidak berhenti pada evaluasi teknis pertandingan saja, melainkan merembet pada perbandingan kualitas penjaga gawang yang tersedia. Media Vietnam turut menyeret nama kiper keturunan seperti Maarten Paes dan Emil Audero yang dinilai memiliki kematangan bermain di level kompetisi Eropa.
Menurut analisis pemberitaan tersebut, pengalaman berkarier di kompetisi level tinggi membuat kemampuan membaca arah permainan serta menutup ruang tembak menjadi jauh lebih matang. Kehadiran kiper dengan jam terbang internasional diyakini mampu meminimalkan risiko kebobolan melalui pola serangan yang sama dari pihak lawan.
Kendati demikian, kekalahan pahit dengan skor tanpa balas ini menempatkan posisi Skuad Garuda dalam situasi yang cukup berat untuk melangkah ke babak selanjutnya. Timnas Indonesia saat ini tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Grup A dan wajib mengamankan kemenangan pada laga penutup.
Fokus skuad asuhan pelatih kini harus segera dialihkan sepenuhnya demi menghadapi pertandingan krusial melawan Singapura yang menjadi penentu nasib kelanjutan turnamen. Seluruh jajaran tim dituntut untuk berbenah cepat guna menghindari kesalahan elementer yang sama di laga hidup mati mendatang.