AFC Women's Champions League menjadi kompetisi sepak bola wanita tingkat klub tertinggi di Asia yang dikelola langsung oleh Asian Football Confederation (AFC). Turnamen ini resmi bergulir sejak tahun 2024 sebagai wadah bagi klub-klub papan atas dari negara anggota AFC untuk menunjukkan kualitas permainan di panggung internasional.
Ide penyelenggaraan kompetisi ini sebenarnya sudah direkomendasikan sejak tahun 2018. Sebagai langkah awal, AFC sempat menggelar AFC Women's Club Championship sebagai turnamen percontohan bagi tim-tim wanita di kawasan Asia pada tahun 2019 dengan sistem round-robin.
Format kompetisi kemudian dikembangkan lebih matang hingga akhirnya diluncurkan dengan nama AFC Women's Champions League. Format edisi 2024-25 mencakup tahapan kualifikasi, babak penyisihan grup yang diikuti dua belas tim, hingga babak gugur.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSetiap asosiasi anggota AFC berhak mengirimkan satu perwakilan klub untuk berpartisipasi. Penentuan slot bagi setiap negara mengacu pada AFC Women's Club Competitions Ranking yang mengombinasikan performa klub di kejuaraan AFC dengan posisi di peringkat FIFA Women's World Ranking.
Hadiah Fantastis dan Jejak Juara Baru
Kompetisi ini semakin menarik dengan penawaran hadiah yang kompetitif bagi para peserta. Juara turnamen akan membawa pulang hadiah sebesar 1.000.000 dolar AS, sementara runner-up berhak mendapatkan 500.000 dolar AS.
Sejauh ini, kompetisi telah mencatatkan sejarah dengan melahirkan juara baru dari setiap musimnya. Wuhan Jiangda berhasil menjadi juara pada edisi perdana 2024-25, sementara Naegohyang sukses meraih gelar juara pada edisi 2025-26.
Perkembangan AFC Women's Champions League diharapkan mampu mendongkrak kualitas sepak bola wanita di kawasan Asia secara signifikan. Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir agar kompetisi ini tetap berkelanjutan dalam jangka panjang.
Bagi para pecinta sepak bola, turnamen ini menjadi ajang pembuktian pemain berbakat yang terus bermunculan dari berbagai klub elit di Asia. Kehadiran kompetisi ini sekaligus melengkapi ekosistem sepak bola yang dikelola oleh AFC.