Rencana transfer Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain ke Liverpool kini terancam gagal setelah negosiasi antara kedua klub dikabarkan mengalami jalan buntu. Penyerang sayap tim nasional Prancis tersebut menjadi buruan utama untuk memperkuat lini serang skuad asuhan Andoni Iraola pada bursa transfer musim panas ini.
Paris Saint-Germain mematok harga fantastis antara 160 juta hingga 170 juta euro untuk pemain berusia 23 tahun tersebut. Angka tinggi ini membuat manajemen Liverpool berpikir ulang mengingat status sang pemain yang belum sepenuhnya menjadi pilihan utama di klub raksasa Prancis itu.
Laporan dari media Prancis menyebutkan bahwa Liverpool telah melayangkan dua penawaran resmi namun semuanya ditolak mentah-mentah oleh pihak klub. Direktur olahraga Liverpool Richard Hughes enggan memenuhi permintaan harga selangit yang diajukan oleh presiden klub Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSituasi tersebut membuat hubungan kedua klub mulai mendingin karena negosiasi berjalan sangat lambat. Liverpool harus berhati-hati dalam menggelontorkan dana setelah belanja besar-besaran senilai 450 juta poundsterling pada musim panas sebelumnya serta tambahan 100 juta poundsterling di bursa transfer kali ini.
Masa Depan Bradley Barcola Menuju Anfield Musim Depan
Meskipun masa depan pemain jebolan akademi Lyon itu masih dipenuhi tanda tanya, peluang kepindahan ke Anfield pada musim panas ini kian menipis. Bradley Barcola tetap dibawa dalam skuad Paris Saint-Germain untuk laga Piala Super Prancis menghadapi Lens akhir pekan ini.
Para pengamat sepak bola di Prancis meyakini bahwa kesepakatan transfer sulit terwujud sebelum jendela transfer ditutup pada awal September mendatang. Kemungkinan besar sang penyerang sayap bakal bertahan selama satu musim lagi di Paris Saint-Germain sebelum hijrah ke Inggris tahun depan.
Kontrak Barcola di Paris Saint-Germain sendiri baru akan berakhir pada tahun 2028 mendatang. Memasuki tahun depan, sisa kontrak yang semakin pendek diyakini bisa menjadi celah bagi Liverpool untuk mendapatkan harga yang lebih rasional.
Kini kubu Liverpool harus menentukan langkah taktis selanjutnya untuk memperkuat lini sayap tim demi mengarungi kompetisi domestik maupun Eropa. Manajemen klub tetap berkomitmen mencari opsi terbaik tanpa harus melanggar prinsip finansial klub.