EFL Championship menempati posisi sebagai divisi tertinggi dalam English Football League sekaligus kasta kedua secara keseluruhan di dalam sistem liga sepak bola Inggris. Kompetisi ini berada tepat di bawah Premier League dan diikuti oleh sebanyak 24 klub profesional yang berasal dari wilayah Inggris serta Wales.
Berdasarkan format modern saat ini, sejarah kompetisi ini berakar dari Football League Second Division yang bertransformasi menjadi First Division pada tahun 1992 ketika kompetisi papan atas Inggris direorganisasi menjadi Premier League. Penamaan EFL Championship sendiri resmi digunakan mulai musim 2004 dan 2005 sebagai bentuk perubahan jenjang dari First Division.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSetiap akhir musim kompetisi, dua klub yang menempati posisi puncak klasemen berhak mendapatkan tiket promosi otomatis menuju pentas Premier League. Sementara itu, tim yang finis di peringkat ketiga sampai keenam harus melalui babak play-off guna memperebutkan satu tiket sisa promosi.
Persaingan di papan bawah juga tidak kalah ketat karena tiga tim terbawah di klasemen akhir harus menerima kenyataan terdegradasi turun ke League One. Kompetisi ini memegang status sebagai liga non-kasta tertinggi terkaya di dunia serta memiliki rata-rata jumlah penonton stadion yang sangat masif.
Format dan Daya Tarik Kompetisi Sepak Bola Championship
Jalan panjang sebuah musim dalam kompetisi ini berlangsung dari bulan Agustus hingga Mei tahun berikutnya dengan melibatkan total 46 pertandingan bagi setiap kontestan. Masing-masing klub saling berhadapan dua kali dalam format kandang dan tandang sepanjang bergulirnya musim kompetisi.
Sistem perolehan poin memberlakukan tiga angka bagi tim pemenang, satu angka untuk hasil imbang, serta tanpa penambahan poin bagi tim yang menelan kekalahan. Penentuan peringkat klasemen disusun berdasarkan perolehan poin total, selisih gol, jumlah memasukkan gol, serta rekor pertemuan antar tim.
Faktor finansial dan antusiasme penonton menjadikan liga ini sangat kompetitif dan menarik perhatian penikmat sepak bola global. Rata-rata kehadiran penonton di stadion bahkan mampu mengungguli banyak liga divisi utama di berbagai negara kawasan Eropa lainnya.
Klub-klub peserta juga seringkali mencatatkan sejarah unik, mulai dari rekor perolehan poin hingga rekor jumlah penonton partai play-off di stadion nasional. Hal tersebut membuktikan bahwa gengsi kompetisi kasta kedua ini mampu mendekati level kemeriahan liga utama.