Pelatih AC Milan Ruben Amorim membeberkan alasan taktis di balik keputusan menempatkan Samuel Chukwueze pada posisi bek sayap dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Penyerang asal Nigeria tersebut diproyeksikan untuk mengisi peran baru dalam skema formasi 3-4-2-1 yang diterapkan oleh pelatih kepala sepanjang laga pramusim.
Penerapan formasi 3-4-2-1 menuntut sejumlah pemain untuk beradaptasi dengan peran berbeda dari posisi natural mereka sebelumnya, termasuk Samuel Chukwueze. Pemain berusia 25 tahun itu kembali ke skuad Rossoneri setelah menjalani masa peminjaman yang cukup produktif bersama klub Inggris Fulham pada musim lalu.
Perubahan posisi tersebut sempat memunculkan tanda tanya dari kalangan pendukung terkait kemampuan bertahan Samuel Chukwueze mengingat latar belakangnya sebagai winger murni. Namun, jajaran pelatih melihat potensi besar pada diri sang pemain untuk menjalankan instruksi taktis di sektor pertahanan sayap.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRuben Amorim menegaskan bahwa keputusan memainkan Samuel Chukwueze sebagai bek sayap didasarkan pada mentalitas serta etos kerja keras yang ditunjukkan sang pemain di atas lapangan. Kemampuan bertahan dinilai tidak hanya bergantung pada teknik posisi semata, melainkan karakter kuat yang dimiliki seorang atlet.
Peran Baru Samuel Chukwueze Di Skuad AC Milan
"Defending is about spirit and character, which Chukwueze has. He is improving, of course he is not the typical defender, but we think he suits our game. He can really help us control the ball and I think he defended much better against Man Utd," ujar Ruben Amorim dalam sesi jumpa pers.
Samuel Chukwueze menunjukkan perkembangan signifikan dalam hal pemahaman taktik bertahan, terutama saat menghadapi tim kuat Manchester United pada laga uji coba pramusim. Peningkatan performa tersebut membuat tim pelatih semakin yakin untuk terus mengandalkannya di posisi sayap pertahanan.
Kehadiran Samuel Chukwueze di posisi tersebut juga memberikan keuntungan tambahan bagi AC Milan dalam hal penguasaan bola serta transisi cepat dari lini belakang ke lini depan. Fleksibilitas pemain bernomor punggung 21 itu dinilai sangat membantu keseimbangan permainan tim asuhan Ruben Amorim.
Manajemen klub berharap adaptasi taktis ini dapat berjalan mulus menjelang pertandingan kompetitif resmi agar AC Milan mampu bersaing di papan atas Liga Italia musim ini. Kontribusi nyata dari para pemain sayap akan menjadi kunci utama dalam skema formasi tiga bek yang diusung sang pelatih.
Samuel Chukwueze diprediksi kembali mendapatkan kesempatan turun bertanding pada laga akhir pekan ini untuk membuktikan kapasitasnya sebagai wing-back andalan. Publik sepak bola kini menantikan seberapa jauh efektivitas eksperimen taktik yang diterapkan oleh juru taktik asal Portugal tersebut.