Tottenham Hotspur dan Brighton berpotensi menghadapi hukuman dari UEFA akibat transaksi transfer pertukaran pemain atau swap deal yang mereka lakukan musim panas ini. Mantan penasihat keuangan Manchester City, Stefan Borson, menilai situasi tersebut memicu perhatian karena menyangkut regulasi finansial.
Kecurigaan muncul setelah Spurs menggelontorkan dana 52 juta poundsterling untuk merekrut Jan Paul van Hecke, sementara Luka Vuskovic pindah ke arah sebaliknya dengan nilai 46 juta poundsterling. Aktivitas transfer ini disinyalir melanggar aturan baru UEFA terkait batas waktu 45 hari untuk pertukaran pemain.
Meskipun sejumlah klub telah menerima sanksi akibat pelanggaran serupa dalam beberapa pekan terakhir, kedua klub tampak tidak terlalu khawatir. Brighton menjadi pihak yang harus lebih berhati-hati karena berlaga di kompetisi Eropa musim ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBorson menyatakan bahwa transaksi tersebut memenuhi unsur pertukaran pemain berdasarkan regulasi yang berlaku. "Mereka mungkin menganggap kesepakatan ini berimbang dari segi keuntungan dan nilai buku, sehingga tidak terlalu ambil pusing," ungkap Borson.
Aturan UEFA dan Dampak Finansial Bagi Klub
Brighton menjadi satu-satunya klub yang terlibat dalam transfer ini dan tampil di kompetisi UEFA musim ini, sehingga wajib mematuhi rasio biaya skuad. Sementara itu, Tottenham harus memperhitungkan keuntungan perdagangan pemain yang dihitung dalam periode tiga tahun ke depan.
Aktivitas transfer Spurs diyakini belum akan berhenti dalam beberapa hari terakhir jendela transfer musim panas ini. Skuad asuhan Roberto De Zerbi saat ini dinilai terlalu gemuk bagi tim yang tidak bermain di kompetisi Eropa.
Sejumlah pemain seperti Djed Spence, Lucas Bergvall, dan Pape Sarr dikabarkan berpeluang besar meninggalkan klub untuk merampingkan tim. Di sisi lain, Ashley Phillips dipastikan bergabung dengan Middlesbrough menyusul banyaknya rekrutan di lini belakang.
Kebutuhan mendesak suporter akan kehadiran penyerang tengah baru masih belum menunjukkan perkembangan signifikan di bursa transfer. Manajemen klub kini dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan skuad sekaligus menghindari sanksi dari UEFA.