Berdasarkan laporan media massa, sebuah video yang mengeklaim mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani menawarkan bantuan modal usaha serta pelunasan utang senilai Rp 60 juta tengah marak beredar di media sosial.
Mengutip hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut dipastikan merupakan bentuk penipuan dan hasil manipulasi berbasis teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dalam video hoaks yang dibagikan melalui sejumlah akun Facebook tersebut, terdapat narasi suara yang menyerupai Sri Mulyani mengajak masyarakat untuk menerima dana bantuan pelunasan utang dan modal bisnis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan laporan, video tersebut menggunakan watermark "TVR Parlemen" untuk mengesankan keaslian, padahal setelah ditelusuri tidak pernah ada pemberitaan resmi dari media milik DPR RI terkait program bantuan tersebut.
Melalui teknik pencarian gambar terbalik atau reverse image search, terungkap bahwa video asli yang dicatut merupakan rekaman rapat kerja antara Badan Anggaran DPR RI dengan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia pada 1 Juli 2025.
Hasil pengecekan lanjutan menggunakan alat deteksi Hive Moderation menunjukkan bahwa probabilitas suara Sri Mulyani yang menawarkan bantuan dalam video tersebut mencapai 94,6 persen dihasilkan oleh AI generatif.
Masyarakat diimbau agar selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan online yang mencatut nama tokoh publik penting dengan memanfaatkan teknologi deepfake untuk mengecoh korban.