Biaya layanan streaming tanpa iklan kini bertransformasi menjadi beban finansial baru bagi konsumen di Amerika Serikat. Berdasarkan laporan terbaru dari Ampere Analysis, selisih harga antara paket berlangganan dengan iklan dan bebas iklan telah melonjak rata-rata sebesar 60 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan analisis Kabayan News, lonjakan biaya tambahan atau ad-free tax ini membuat pengguna harus merogoh kocek jauh lebih dalam hanya untuk menikmati film atau serial favorit tanpa gangguan jeda komersial. Jika diakumulasikan pada enam layanan populer seperti Netflix, Amazon Prime, HBO Max, Disney+, Paramount+, dan Peacock, selisih biaya bebas iklan kini mencapai USD 42,50 per bulan.
Amazon tercatat sebagai penyedia layanan paling agresif dalam menerapkan kebijakan ini. Perusahaan milik Jeff Bezos tersebut mulai menyisipkan iklan ke dalam Prime Video sebelum mengenakan biaya tambahan sebesar USD 3 hingga USD 5 per bulan bagi pengguna yang ingin menghilangkannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePlatform lain seperti Disney dan Netflix turut mengubah strategi penetapan harga mereka seiring melambatnya pertumbuhan pelanggan baru di pasar Amerika Serikat. Disney secara perlahan menaikkan tarif paket bebas iklan saat memperkenalkan opsi berlangganan baru yang lebih murah dengan dukungan iklan.
Meski demikian, sejumlah alternatif masih tersedia bagi konsumen yang ingin menghindari biaya tinggi tersebut. Pengguna dapat memanfaatkan paket bundling layanan, beralih ke platform alternatif seperti YouTube Premium, atau menggunakan perangkat lunak perekam pihak ketiga seperti PlayOn untuk memotong iklan secara mandiri.