Sebagaimana diwartakan oleh media teknologi heise online, proyek digitalisasi sekolah besar-besaran yang digagas di Kota Hannover, Jerman, berujung pada kekacauan administrasi dan anggaran yang sia-sia. Pemerintah kota sebelumnya telah mengucurkan dana ratusan ribu Euro untuk pengadaan puluhan ribu lisensi perangkat lunak demi mendukung kegiatan belajar mengajar.
Namun, proyek ambisius tersebut terpaksa dihentikan mendadak karena ditemukan pelanggaran serius terkait ketiadaan perjanjian perlindungan data yang memadai. Menurut laporan investigasi internal, pengadaan perangkat lunak tersebut berjalan tanpa prosedur yang transparan serta minim dokumentasi hukum yang jelas dari instansi terkait.
Berdasarkan keterangan para pengamat dan politisi lokal dalam diskusi publik yang diselenggarakan oleh Chaos Computer Club, lisensi Microsoft 365 yang dibeli dengan harga fantastis tersebut ternyata hampir tidak pernah digunakan oleh para siswa maupun guru di sekolah-sekolah sasaran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSalah satu politisi lokal, Claudia Bax, mengungkapkan bahwa fasilitas digital tersebut tidak memiliki fungsi mendesak yang tidak bisa digantikan oleh perangkat alternatif lain. "Praktis tidak ada fungsi khusus dari M365 yang benar-benar dibutuhkan oleh sekolah-sekolah di Hannover saat ini," ujarnya.
Kendala teknis di lapangan juga menjadi faktor utama kegagalan program tersebut, seperti kebijakan keamanan login yang tidak sinkron dengan aturan larangan membawa ponsel bagi pelajar di dalam kelas. Akibat rentetan masalah administrasi dan fungsionalitas yang buruk, masa depan digitalisasi pendidikan di wilayah tersebut kini kembali dievaluasi total.